9 Mei 2020

Pembersih untuk kulit berjerawat


Membersihkan wajah dengan cleanser atau pembersih wajah memang baik agar kotoran, debu, atau bakteri yang menempel di kulit hilang. Namun, jika kita menggunakan pembersih yang salah, hal ini dapat menimbulkan masalah baru pada kulit seperti timbulnya jerawat, terjadinya iritasi dan kemerahan, muncul minyak berlebih, hingga kulit menjadi kasar dan kusam. Hal itulah yang terjadi dengan kulit wajah saya ketika salah memilih pembersih wajah.

Saya mulai menggunakan pembersih wajah sejak duduk di bangku SMK. Kala itu, saya melihat beberapa teman membawa pembersih wajah ke sekolah. Mereka mencuci muka sebelum wudhu saat jam istirahat dan salat Zuhur. Dari situ, saya pun tertarik untuk melakukan hal yang sama. Akhirnya saya membeli face wash seperti yang teman saya punya.

Cleanser pertama penyebab jerawat


Ponds White Beauty jpg


Saya masih ingat, pembersih pertama saya saat itu adalah Ponds White Beauty dengan kemasan pink. Sejak saya rutin membersihkan wajah dengan Ponds, wajah saya perlahan mulai mengalami masalah seperti muncul jerawat, wajah terasa ketarik, kulit menjadi lebih mudah berminyak, hingga kemerahan. Awalnya saya biarkan. Tapi, semakin saya pakai, jerawat saya pun semakin parah dan meradang. Saya sempat panik karena saya tidak pernah memiliki jerawat separah itu sebelumnya.

Ketika saya menggunakan Ponds, saya membelinya karena melihat beberapa teman menggunakan Ponds. Saya juga tidak pernah memerhatikan kandungan yang ada di dalam Ponds lantaran saya sangat buta mengenai skincare.

Namun, setelah saya menganalisa kandungan Ponds saat menulis artikel ini. Saya menyadari bahwa ada kandungan pada Ponds yang bisa memicu tumbuhnya jerawat dan fungal acne yang saya alami. Salah satunya adalah adanya kandungan alkohol. Jenis alkohol yang ada di dalam Ponds, yaitu Cetyl Alcohol.

Memang tidak semua alkohol dalam skincare itu buruk. Ada jenis alkohol yang disebut alkohol baik. Salah satunya Cetyl Alcohol ini. Cetyl Alcohol sendiri merupakan jenis alkohol yang didapat dari minyak (palm oil).

Meski Cetyl Alcohol tidak bersifat iritasi, tapi karena bahan dasar dari alkohol ini adalah minyak. Saya tetap tidak cocok dengan jenis alkohol ini, karena kulit saya juga sensitif terhadap minyak. Jadi tidak heran, jika saat itu wajah saya mulai timbul jerawat hingga mengalami peradangan.

Setelah menyadari bahwa kulit wajah saya sangat sensitif terhadap alkohol, saya pun menyingkirkan produk skincare dengan kandungan alkohol yang saya punya. Hasilnya, kulit saya sekarang tidak separah sebelumnya.

Kandungan Ponds White Beauty yang tidak aman untuk kulit saya


Selain alkohol, ada beberapa kandungan yang terdapat pada Ponds dan tidak aman untuk kulit saya seperti:

  1. Kandungan minyak seperti Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil
  2. Kandungan silikon di antaranya, yaitu Caprylyl Methicone, Dimethicone Crosspolymer, Dimethicone, PEG-10 Dimethicone, Stearyl Dimethicone.
  3. Perfume.
Ingredients Ponds White Beauty:

Water, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Caprylyl Methicone, Caprylic/Capric Triglyceride, Dimethicone Crosspolymer, Dimethicone, Potassium Chloride, PEG-10 Dimethicone, Sucrose Distearate, Titanium Dioxide, Acrylates Crosspolymer, Stearyl Dimethicone, Perfume, Stearic Acid , Magnesium Sulfate, Cholesterol, Disteardimonium Hectorite, DMDM Hydantoin, Octadecane, Isomerized Linoleic Acid, Ammonium Lactate, Disodium EDTA, Acetamide MEA,Retinyl Palmitate, Cetyl Alcohol, Butylene Glycol, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Iodopropynyl Butylcarbamate, BHT, CI 17200

Skincare itu soal cocok atau tidak cocok. Meski Ponds tidak cocok di kulit saya, bukan berarti Ponds tidak bagus. Di luar sana, mungkin saja banyak yang menggunakan Ponds dan tidak mengalami hal yang sama seperti saya. Itu artinya mereka cocok dengan Ponds. Tapi jika kamu punya kulit sensitif terhadap alkohol, pewangi, dan silikon sebaiknya kamu menghindari penggunaan Ponds White Beauty.

Mencari cleanser baru


Setelah timbulnya jerawat dan mengalami kemerahan di wajah, saya memutuskan untuk menghentikan penggunaan Ponds. Lalu, saya mulai mencari pembersih wajah baru. Pembersih yang saya coba berikutnya adalah Garnier Pure Active Anti-Acne White Scrub. Saya tertarik dengan cleanser ini karena mereka mengklaim bahwa produknya itu bisa membantu melawan 12 masalah kulit yang disebabkan oleh jerawat dan minyak.

Tapi, yang terjadi kondisi wajah saya semakin parah setelah menggunakan cleanser ini. Bukannya jerawat saya hilang, jerawat saya mulai bertambah banyak terutama di bagian dahi, pipi kiri, dan kanan.

Setelah saya cek, ternyata Garnier Pure Active Anti-Acne White Scrub mengandung beberapa bahan yang dapat memicu pertumbuhan jerawat dan fungal acne saya.

Ingredients Garnier Pure Active Anti-Acne White Scrub:

Aqua (Water), Cocamidopropyl Betaine, Sodium Lauroyl Methyl Aminopropane, Alcohol, Lauric Acid, Myristic Acid, Potassium Hydroxide, Polysorbate 80, Palmitic Acid, Octyldodecanol, Methylparaben, Phenoxyethanol, Propylparaben, Fragrance, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, o-Cymen-5-ol (Isopropylmethylphenol), Magnesium Ascorbyl Phosphate.

Garnier Pure Active Anti-Acne untuk kulit jerawat


Dari daftar ingredients di atas, beberapa kandungan yang dapat memicu pertumbuhan jerawat dan fungal acne, yaitu:

  1. Kandungan Lauric Acid (Fatty Acids), Myristic Acid (Fatty Acids), Palmitic Acid (Fatty Acids), Polysorbate 80 (Ester) menjadi pemicu pertumbuhan fungal acne.
  2. Terdapat kandungan alkohol di urutan keempat ingredients-nya, yang bisa menimbulkan atau memperparah jerawat.
  3. Mengandung paraben (Propyl Paraben) yang bisa menimbulkan jerawat.
  4. Mengandung fragrance yang bisa memicu iritasi.
Jika kamu punya kulit sensitif terhadap kandungan tersebut, sebaiknya hindari penggunaan Garnier Pure Active Anti-Acne White Scrub.

Pergi ke dokter kulit


Melihat kondisi wajah yang semakin buruk, saya akhirnya berhenti menggunakan Garnier. Saat itu, saya sempat merasa malu. Saya juga suka menangis dan sedih setiap menatap wajah saya di cermin. Akibat tidak tahan dengan kondisi wajah seperti itu. Saya pun meminta mama saya untuk menemani saya pergi ke dokter kulit dan mengobati jerawat.

Saya pergi ke dokter kulit di rumah sakit Fatmawati di Jakarta Selatan. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter pun meresepkan saya obat yang bisa diminum, obat jerawat yang dioles di jerawat, dan produk skincare. Salah satunya adalah cleanser.

Setelah rutin minum obat dan menggunakan produk yang sudah diresepkan dokter, perlahan-lahan kulit saya mulai membaik. Meski prosesnya tidak sebentar. Tapi setidaknya, jerawat saya tidak semakin parah.

Setelah obat dokter dan produk yang saya dapatkan habis, saya berhenti minum obat. Namun, saya masih menggunakan cleanser yang disarankan dokter. Saya lupa nama cleanser tersebut, namun saya harus menggunakan resep setiap membeli produk tersebut di apotek.

Lepas dari cleanser dokter


Saat kuliah saya sempat lepas dari cleanser rekomendasi dokter, karena cleanser tersebut hanya bisa saya beli di apotek dan sejujurnya saya malas harus pergi ke apotek untuk membelinya. Saya juga ingin punya cleanser yang bisa lebih mudah didapatkan.

Akhirnya, saya kembali mencoba cleanser lain dari Sariayu, yaitu Sariayu Acne Care Facial Foam. Cleanser tersebut saya beli atas saran teman kuliah saya.

Saya mencoba cleanser tersebut selama beberapa bulan, namun saya merasa wajah saya wajah saya masih tetap berjerawat dan tidak menunjukkan banyak perubahan. Selain itu, cleanser ini juga memberi kesan kesat di wajah setelah selesai cuci muka.

Pembersih muka Sariayu Acne Care Facial Foam


Ingredients Sariayu Acne Care Facial Foam:

Water, Lauric Acid, Myristic Acid, Lauryl Glucoside, Potassium Hydroxide, Stearic Acid, Glycol Stearate, PEG-160 Sorbitan Triisostearate, Glycol Distearate, Sodium Laureth Sulfate, Cocamide MEA, Laureth-10, Propylene Glycol, PEG-80 Glyceryl Cocoate, Styrene/Acrylates Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Butylparaben, PEG-45 Palm Kernel Glycerides, PEG-6 Caprylic/Capric Glycerides, Centella Asiatica Extract, Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone, Fragrance, Hydroxypropyl Methylcellulose, Triclosan, Cananga Odorata Flower Oil, Chamomilla Recutita Flower Water, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Trideceth-9, Bisabolol.

Jika melihat dari ingredients Sariayu Acne Care Facial Foam, pembersih wajah ini ternyata memiliki kandungan yang tidak ramah di wajah saya. Kandungan yang dapat memicu timbulnya jerawat dan fungal acne, yaitu:

  1. Glycol Distearate (Ester), Glycol Stearate (Ester),  Lauric Acid (Fatty Acids), Myristic Acids (Fatty Acids), Peg-100 Stearate (Ester), Peg-40 Hydrogenated Castor Oil (Ester),  Stearic Acid (Fatty Acids). Ketujuh kandungan tersebut bisa memicu pertumbuhan fungal acne. 
  2. Mengandung paraben seperti Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Butylparaben.
  3. Mengandung Sodium Laureth Sulfate, yang dapat menimbulkan banyak busa dan memberi kesan wajah ketarik setelah cuci muka.
  4. Mengandung Fragrance yang dapat menyebabkan iritasi di kulit.
  5. Mengandung minyak atau Cananga Odorata Flower Oil yang dapat menyumbat pori-pori di wajah.
Jika kamu ingin menggunakan Sariayu Acne Care Facial Foam sebaiknya kamu perhatikan kandungan di atas. Jika ada bahan yang berbahaya bagi wajah kamu, sebaiknya jangan menggunakan produk ini dan carilah produk dengan kandungan yang lebih aman untuk kulit kamu.

Belajar skincare


Saat itu, saya tidak tahu apa-apa soal skincare. Saya tidak tahu apa itu toner, essence, dan lainnya. Saya tidak tahu bagaimana cara memilih skincare yang tepat untuk kulit saya. Saya hanya menggunakan skincare atas saran dari teman dekat saya atau dari rekomendasi artikel yang saya baca atau video di Youtube.

Meski, banyak cleanser dengan label “untuk kulit berjerawat”. Tapi, nyatanya hal itu tidak benar-benar aman untuk kulit yang rentan berjerawat dan berminyak seperti kulit wajah saya.

Setelah banyak mencoba produk cleanser, akhirnya saya menemukan channel Youtube dari seorang skin health coach bernama Olena Beley. Selama seminggu berturut-turut saya menyaksikan semua videonya mengenai cara mengatasi jerawat dan skincare.

Saya sangat menyukai video dan artikelnya, karena dia menjelaskan dengan sangat baik, sehingga bisa lebih mudah saya pahami dan terima. Dari video-video Olena, ada beberapa video yang membahas mengenai cleanser, bagaimana memilih cleanser yang tepat, hingga review cleanser rekomendasi Olena.

Usai menonton semua video yang membahas soal cleanser, saya pun langsung membeli dan mengganti cleanser saya. Meski, saat itu saya masih punya dua cleanser dari COSRX salicylic acid gentle cleanser dan Cetaphil gentle skin cleanser.

Di antara dua cleanser tersebut, cleanser saya sedang saya pakai saat itu adalah COSRX salicylic acid gentle cleanser. Namun, setelah saya mengetahui soal fungal acne dan mencurigai diri saya punya fungal acne, akhirnya saya berhenti menggunakan COSRX.

Cetaphil gentle skin cleanser


Setelah mengecek kandungan COSRX salicylic acid di sezia.co, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa COSRX salicylic acid gentle cleanser punya kandungan yang dapat memicu pertumbuhan fungal acne.

Dari situ, saya mengganti cleanser saya dengan Cetaphil gentle skin cleanser, yang dinilai kandungannya lebih aman untuk fungal acne. Setelah saya cek ingredients-nya  di Skincarisma.com dan sezia.co.

Meski, kandungannya dinilai aman untuk fungal acne, tapi ternyata wajah saya tidak cocok dengan Cetaphil. Dua hari setelah pemakaian Cetaphil, wajah saya mulai timbul beberapa jerawat baru.

Saya punya seorang teman yang sempat memakai Cetaphil, kondisi wajahnya juga sama seperti saya. Berminyak, sensitif, dan mudah berjerawat. Dia cerita ke saya bahwa dia juga tidak cocok dengan Cetaphil, setelah pemakaian Cetaphil, wajahnya langsung muncul jerawat besar-besar.

Saya juga sempat membaca artikel di blog Olena yang berjudul “Why You Need To Throw Out Your Cetaphil Cleanser Right NOW”. Dari penjelasan Olena di tulisan tersebut, saya pun paham mengapa wajah saya bisa muncul jerawat setelah dua hari menggunakan Cetaphil. Sejak saat itu, saya memutuskan berhenti menggunakan Cetaphil dan tidak akan pernah menggunakan Cetaphil untuk membersihkan wajah lagi.

Bingung memilih cleanser


Saya sempat stres dan bingung karena tidak ada pembersih yang cocok buat saya. Sampai akhirnya saya melihat review dan rekomendasi Olena di Youtube soal Sebium Foaming Gel cleanser.

Usai menonton review dari Olena, saya langsung membeli Bioderma Sebium Foaming Gel secara online di Bioderma Official di Shopee. Saya masih harus menunggu sampai pesanan saya datang. Selama proses menunggu itu, saya kembali ke COSRX salicylic acid dan menghentikan penggunaan Cetaphil.

Bioderma Sebium Foaming Gel cleanser


Dua hari setelah paket saya datang, saya langsung menghentikan keduanya dan beralih ke Bioderma Sebium Foaming Gel hingga saat ini (hari ke-12). Saya belum bisa berkomentar banyak mengenai Bioderma Sebium Foaming Gel.

Mungkin saya akan mengulas Sebium Foaming Gel setelah produknya habis atau setelah sebulan pemakaian. Tapi sejauh ini, saya merasa nyaman menggunakan cleanser tersebut.

Meski begitu, perjalanan saya dalam mencari cleanser terbaik, yang aman dan cocok buat saya belum berakhir. Saya masih harus mencari produk pembersih lain, selain Bioderma Sebium Foaming Gel.

Kesimpulan


Sejak mencoba banyak cleanser, lalu mengalami fase jerawat terparah dalam hidup saya. Kini saya mulai sadar sekaligus lebih menerima kondisi saya sekarang. Masalah jerawat yang sampai saat ini masih saya alami, bahkan ketika saya menulis artikel ini membuat saya banyak belajar, sekaligus lebih peduli pada diri saya sendiri.

Mungkin, dulu saya sempat kesal dengan wajah yang dipenuhi jerawat. Tapi ketika saya belajar untuk menerima, saya jadi percaya bahwa hal ini bisa saya lalui. Saya hanya perlu berusaha dan lebih bersabar untuk melalui semua ini.

Selain itu, saya juga belajar menjadi lebih hati-hati saat membeli skincare, sekaligus mempelajari setiap kandungan dalam skincare yang saya pakai dan akan saya beli. Hal tersebut saya lakukan agar kesalahan yang saya alami tidak terulang lagi.

Jika kamu punya masalah yang sama dengan saya, kamu nggak sendirian. Yang terpenting, kita tidak menyerah pada keadaan dan tetap berusaha melakukan yang terbaik.

2 komentar

Cleanser dri produk SIMPLE cocok buat bruntusan ka, blm prnah coba si, tpi udh research review dri beauty vlog yg pny mslh sma fungal acne dan emang cocok secara ingridients aman buat yg problem sma fungal acne.

REPLY

Senja and Books . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates