Rabu, 25 Desember 2019


Sebagai orang yang gemar membaca, mungkin melepaskan buku merupakan hal yang sangat sulit dilakukan. Namun pikiran itu perlahan berubah setelah saya mengenal dan membaca buku Francine Jay yang berjudul Seni Hidup Minimalis di tahun 2018. Buku tersebut mengubah pandangan saya terhadap barang dan membuat saya ingin menjadi seorang minimalis. 


Ketika memutuskan untuk menjalani hidup sebagai minimalis, hal pertama yang saya lakukan adalah melepaskan barang yang dulu saya anggap tidak akan pernah saya lepaskan, yaitu buku. Saya menjual dan membagikan beberapa buku secara gratis melalui giveaway yang saya adakan di akun Instagram pribadi saya: @senjaandbooks.

Kebiasan membeli buku dan rasa penyesalan


Sumber foto: Freepik

Saya menyukai toko buku dan perpustakaan karena dua tempat itu adalah dunia saya, tempat yang membuat saya merasa nyaman ketika berada di dalamnya. Selain itu, berada dan dikelilingi buku memberi kesenangan pribadi yang sulit dijelaskan. Tapi kalau kamu gemar membaca seperti saya, mungkin kamu bisa memahaminya hehe

Karena hal itu, saya pun menjadi orang yang sangat impulsif dalam membeli buku. Apalagi ketika ada diskon di pameran buku. Saya suka membeli buku tanpa berpikir panjang karena anggapan bahwa buku-buku itu akan saya butuhkan suatu saat nanti. 

Kemudian diperkuat dengan impian memiliki perpustakaan sendiri, membuat saya semakin senang membeli buku, meski buku-buku yang sudah dibeli tidak segera saya baca. Hingga saya pun menyadari, buku-buku itu berubah menjadi tumpukan buku, sampai lemari buku saya tak lagi bisa menampung buku-buku tersebut. 

Dari situ, kemudian muncul permasalah lain yang membuat saya merasa bersalah dan menyesal setiap kali menatap tumpukan buku yang menggunung karena belum sempat saya baca. Lebih mengherankan lagi ketika saya merasa tidak ada buku yang menarik di tumpukan buku yang ada. Padahal ketika saya membeli buku, buku tersebut terlihat sangat menarik dan saya yakin bisa membacanya. Meski, pada kenyataan tidak seperti itu. 

Awalnya sulit, tapi bukan berarti tidak bisa 




Saya tidak tahu bagaimana harus menghilangkan perasaan menyesal atau beban setiap melihat tumpukan buku. Sampai saya membaca buku Seni Hidup Minimalis (SHM) yang diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia. Awalnya saya merasa berat untuk melepaskan buku-buku itu. 

Selama ini, saya sudah susah payah mengumpulkan semua buku yang saya punya. Lalu, sekarang saya harus melepaskan buku tersebut. Mana mungkin saya bisa melakukannya?

Tidak mau terus-menerus merasa menyesal dan bersalah karena telah menyimpan banyak buku dan membiarkannya begitu saja. Akhirnya saya memutuskan untuk melepaskan beberapa buku yang saya punya. 

Awalnya memang sulit buat saya, tapi pelan-pelan saya coba untuk melepaskannya. Dan, setelah melalui proses tersebut, saya pun merasa lebih lega dan rasa bersalah, serta penyesalan yang saya rasakan menjadi berkurang jauh dari sebelum saya menyimpan buku-buku itu.

Cara menjadi ringan dengan melepaskan buku




Jika kamu pernah mengalami atau bahkan sedang merasakan "penyesalan", "beban", atau "rasa bersalah" karena buku-buku yang kamu miliki. Lalu berpikir ingin melepaskan buku-bukumu. Tapi masih kesulitan dalam melepaskan buku-buku tersebut. 

Melalui tulisan ini saya ingin membagikan cara yang bisa kamu lakukan untuk melepaskan buku ala Francine Jay, yang saya dapat dari buku terbarunya berjudul Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan, serta sedikit pengalaman saya ketika melepaskan buku-buku saya.

Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan merupakan buku kedua Francine Jay yang saya baca, setelah saya membaca Seni Hidup Minimalis di tahun 2018. Dalam buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan, Francine Jay membagi ke dalam tiga cara sebagai berikut:

1. Apakah buku sudah dibaca?


Sebelum memutuskan untuk melepaskan buku yang kamu miliki. Keluarkan semua buku, hingga buku-buku di lemari kosong. Lalu, pisahkan buku-buku yang sudah dibaca dengan buku yang belum kamu baca. Dari situ, kamu bisa melihat dan mengetahui jumlah buku yang sudah dibaca dan buku yang belum dibaca. 

Kalau ternyata, dari tumpukan buku "untuk dibaca nanti" lebih banyak dari buku yang sudah dibaca, artinya kamu perlu memilih kembali buku-buku tersebut. Mana buku yang dalam waktu dekat akan kamu baca atau tidak akan kamu baca. Jika buku tersebut tidak lagi menarik minatmu untuk membaca, maka lepaskanlah.

Kamu bisa menjual atau memberikan buku tersebut pada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan dan ingin membacanya. 

2. Apakah akan dibaca lagi?


Setelah mengatasi masalah buku yang belum kamu baca. Kini giliran kamu beralih pada tumpukan buku yang sudah kamu baca. Dari buku-buku yang sudah kamu baca, coba jujur dan tanyakan pada diri sendiri, apakah buku tersebut masih atau sering kamu baca kembali? Atau hanya kamu tumpuk dan dibiarkan begitu saja karena ingin menunjukkan bahwa kamu pernah membacanya. 

Dalam buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan, Francine Jay mengatakan:

"Kita tidak harus menyimpan setiap buku yang sudah pernah dibaca. Simpanlah hanya buku yang kita sering buka dan nikmati kembali. Rak buku yang ringan adalah ruang yang bersifat dinamis, bukan tempat arsip yang statis. Rak buku dibuat untuk buku-buku yang menginspirasi, yang memberi rasa nyaman, dan yang menghibur jiwa kita secara teratur."

Kalau kamu ingin menyimpan buku karena ingin membuktikan diri bahwa kamu sudah banyak membaca atau pernah membaca suatu buku. Kamu cukup dengan mengabadikan buku tersebut dengan cara mengunggahnya di Instagram atau media sosial yang kamu miliki. Dengan cara seperti itu, kamu bisa tetap menyimpan dan menunjukkan buku yang sudah kamu baca, tanpa harus menyimpan buku fisiknya.  

3. Apakah kita mencintai suatu buku? 


Jika di antara buku yang sudah dibaca atau belum dibaca, terdapat buku yang menyimpan momen atau perasaan tersendiri di hatimu karena buku tersebut istimewa, kamu bisa menyimpannya. Namun, jika buku buku tersebut tidak cukup istimewa, jangan ragu untuk melepaskannya. 

Simpalah buku yang masih bermanfaat dan dibutuhkan, serta buku yang menimbulkan rasa senang dalam diri kita setiap membaca atau menyentuhnya. Jika buku-buku tersebut tidak lagi memberi kebahagiaan dan tidak kamu butuhkan lagi, maka lepaskan. 

Itulah tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk mulai melepaskan buku-buku yang kamu miliki. Mungkin awalnya akan terasa berat dan sulit, tapi percayalah ketika kita berhasil melepaskannya kita bisa merasa jauh lebih ringan seolah beban dan penyesalanmu terangkat.

Senja and Books . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates