Minggu, 17 November 2019



Suatu hari, Mama saya pernah bertanya mengenai pekerjaan saya sebagai content writer. 

“Kamu kerjanya apa, sih?” 

“Content writer. Kenapa?” jawabku tanpa basa-basi.

“Content writer kerjanya gimana, sih?"

"Kadang, suka ada yang nanya soal kerjaan kamu sama Mama. Mama tahunya kamu kerjanya nulis doang. Tapi nggak tahu nulis apa,” Ungkap Mama saat itu.

Guru, dokter, atau polisi adalah pekerjaan yang hampir semua orang tahu. Tapi, bagaimana dengan content writer? Pekerjaan jenis apa itu? 

Bagi sebagian orang, pekerjaan content writer masih terdengar asing atau hal yang baru, termasuk orang tua saya.  Apalagi di kalangan orang tua yang hidup di zaman dulu, pekerjaan ini belum ada. Jadi, wajar jika mereka merasa asing dengan bidang pekerjaan saya. 

Sebelum saya membahas mengenai bidang pekerjaan yang satu ini. Saat tulisan ini saya buat, saya baru bekerja sebagai SEO content writer di salah satu e-commerce di Jakarta. Setelah sebelumnya, saya sempat bekerja sebagai content writer di Storial.co (social storytelling platform pertama di Indonesia) selama setahun. 

Tunggu, content writer saja masih belum paham, ini apa lagi SEO content writer

Apa bedanya SEO content writer dan content writer biasa? 

Sebenarnya, dua bidang ini masih sama dan hanya memiliki sedikit perbedaan saja. Mengenai perbedaan kedua jenis pekerjaan itu akan saya jelaskan di tulisan yang berbeda. Kali ini, saya mau bahas mengenai content writer terlebih dulu.

Jadi, apa itu content writer?





Content writer atau biasa disebut penulis konten adalah penulis profesional yang khusus menulis konten berupa artikel yang akan dipublikasikan di internet atau website perusahaan.  

Selain menulis artikel untuk website, content writer kadang suka diminta untuk menulis hal lain. Misalnya, menulis konten untuk sosial media perusahaan, mengisi deskripsi produk, membantu menulis konten promosi, atau menulis artikel lain jika diminta divisi lain untuk membuat artikel.

Apa syarat untuk menjadi content writer?

Seorang penulis konten tugas utamanya tentu saja menulis. Tapi selain menulis, content writer juga perlu memahami 4 kemampuan dasar berikut ini:

Paham dasar teknik penulisan

Memahami dasar teknik penulisan adalah hal pertama yang perlu dimiliki penulis konten. Apalagi jika itu penulis konten profesional. Teknik penulisan diperlukan penulis konten agar pembaca tertarik  membaca dan lanjut membaca tulisan yang kamu buat hingga akhir. 

Untuk dapat memahami teknik penulisan yang baik, saran saya, kamu perlu banyak membaca dan belajar memahami struktur atau format artikel yang baik, kemudian mulailah berlatih menulis artikel di blog pribadimu atau media lainnya, dan jangan pernah berhenti berlatih menulis dan mempelajari berbagai teknis penulisan yang ada.

Mampu melakukan riset 

Selain menulis, content writer perlu melakukan riset terhadap topik yang akan ditulisnya. Karena konten yang baik adalah konten yang mudah dipahami pembaca dan memiliki kredibilitas yang dapat dipercaya oleh pembaca. Jangan pernah menulis hal yang dapat menyesatkan atau merugikan pembaca kamu.

Untuk menghindari hal itu, diperlukanlah riset yang matang agar kamu bisa memperoleh informasi penting dan menarik dari sumber terpercaya. Dalam melakukan riset, penulis konten perlu mencari tahu dan membaca sebanyak mungkin, hingga bisa menulis dan menyampaikan kembali menggunakan bahasa sendiri kepada pembaca. 

Apapun topik yang akan kamu tulis, biasakan untuk riset, riset, dan riset. Jangan pernah malas untuk mencari tahu! 

Dengan melakukan riset sebelum menulis itu tandanya kamu bertanggung jawab terhadap tulisan yang kamu buat. 

Memahami dasar SEO 

SEO atau search engine optimization merupakan salah satu kemampuan dasar yang saat ini wajib dipelajari penulis konten karena tulisan sebagus apapun tidak akan efektif jika pembaca tidak dapat menemukan tulisanmu. 

Untuk itu, penulis konten perlu mengetahui cara membuat konten yang SEO-friendly dengan menggunakan keyword secara efektif, sehingga tulisan yang kamu buat mudah ditemukan pembaca. 

Memiliki kemampuan editorial yang baik 

Setiap tulisan yang dibuat content writer, tidak pasti melalui proses editing dari editor seperti di perusahaan media pada umumnya. Ketika saya bekerja sebagai reporter intern di Republika Online, artikel yang saya buat mesti melalui proses editing dari redaktur saya, sebelum akhirnya dipublikasikan. 

Sementara, ketika saya bekerja sebagai content writer, tulisan yang saya buat tidak melewati proses editing dari redaktur karena saya sendirilah yang harus mengedit dan mempublikasikan tulisan yang saya tulis di website perusahaan.

Namun, di pekerjaan saya sekarang, sebelum saya mempublikasikan tulisan saya, saya akan menunjukkan hasil tulisan saya kepada kepala SEO di tim saya. Biasanya, Kak Luthfi kepala SEO akan memberikan tambahan atau masukan untuk tulisan yang saya buat, sehingga hasilnya jauh lebih baik dan mudah ditemukan pembaca. 

Jika kamu tidak memiliki editor atau kepala SEO yang dapat mengoreksi tulisan kamu, kamu perlu menguasai dan  melakukan tugas editorial sendiri.

Tapi buat saya, walau sudah ada editor dan kepala SEO pun, sebagai penulis konten, sebaiknya kamu wajib memiliki kemampuan  dasar editorial. 

Mungkin itu empat syarat yang perlu kamu miliki dan pelajari untuk bisa terjun di bidang yang satu ini. Apalagi, menurut saya, content writer adalah pekerjaan yang sangat dibutuhkan di setiap perusahaan, terutama perusaahan yang bergerak dibidang digital. 

Jika kamu memang serius dan tertarik terjun di bidang ini, mulailah berlatih menulis. Kamu bisa mulai menulis di blog pribadimu atau coba mengajukan lamaran untuk posisi ini. 

Terakhir, tetap semangat dan jangan pernah berhenti berusaha, serta belajar, ya!

Kalau ada hal yang ingin kamu ketahui mengenai content writer, silakan comment atau hubungi saya melalui DM Instagram di @senjaandbooks. Saya cukup aktif bermain Instagram.


1 komentar:

Menarik kak.. Ayo Kak Septi bahas tentang SEO Content Writer juga donk.. 😁

REPLY

Senja and Books . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates