Nggak ada yang salah dengan membaca buku-buku fiksi, begitu juga dengan buku nonfiksi. Saya percaya, keduanya sama-sama memiliki banyak manfaat yang baik bagi setiap pembacanya. 

Tapi, selama ini saya terlalu sering banget baca buku-buku fiksi, karena buat saya baca buku fiksi itu seru dan menyenangkan. Apalagi ketika saya baca novel, saya seolah punya dunia saya sendiri. Saya nggak merasa sendirian lagi karena saya seperti punya teman, meski itu hanya hanyalan dan ada di dunia fiksi. Saya mengalami begitu banyak petualangan seru dari setiap hal yang dialami tokoh dalam novel yang saya baca.

Kalau novel itu benar-benar bagus, saya bisa dengan mudahnya hanyut di dalam cerita. Saya akan merasa sedih, senang, marah, kecewa ketika membaca novel. Sementara, ketika membaca buku nonfiksi, entah mengapa saya malah bosan, lalu bawaanya ingin menutup buku yang saya baca, sehingga hal inilah yang membuat saya sempat berpikiran kalau nonfiksi itu nggak seru. Bahkan, saya sempat berpikir nggak mau membaca buku nonfiksi. 

Sampai suatu ketika, saya merenung dan berpikir, kalau saya ini sudah terlalu lama berada di zona nyaman saya dengan buku-buku fiksi yang selama ini saya baca. Selama ini, bacaan saya nggak seimbang banget. Antara nonfiksi dan fiksi, saya lebih banyak melahap buku-buku fiksi. Padahal, kita adalah apa yang kita baca. 

Untuk itu, saya mencoba menantang diri saya sendiri dengan cara mulai membaca buku-buku nonfiksi. Awalnya memang berat dan nggak mudah, tapi saya nggak mau menyerah gitu saja. Kalau ada buku nonfiksi A, yang nggak cocok dengan saya, maka saya akan mencari buku lainnya, hingga akhirnya saya menemukan buku nonfiksi yang bisa membuat saya menikmati setiap proses membaca yang saya lakukan, hingga akhirnya saya jadi ketagihan untuk terus membaca buku-buku nonfiksi.

Ketika saya merasakan hal itu, pikiran saya tentang nonfiksi yang membosankan, perlahan memudar dan saya mulai mencari buku-buku nonfiksi lainnya untuk saya baca, karena selama ini saya terlalu banyak membaca buku fiksi dibandingkan nonfiksi. 

Tapi sayangnya, saya melihat dunia bookstagram, terutama bookstagram Indoneisa itu terlalu sering didominasi dengan buku-buku fiksi, sehingga hal ini membuat saya kesulitan mencari buku-buku nonfiksi yang menarik untuk saya baca selanjutnya. 

Kenapa #NonFiksiJugaSeru?


Untuk itu, saya terpikirkan untuk membuat sebuah gerakan membaca nonfiksi bersama dan membagikan pengalaman membaca lewat stories di Instagram dengan gaya bercerita atau storytelling.

Mengapa harus storytelling dan di stories? Saya akan jelaskan ini di tulisan tentang #NonFiksiJugaSeru berikutnya. Saya punya alasan tersendiri mengapa memilih kedua hal tersebut untuk ada di tantangan ini.

Nama gerakan ini sendiri, dibuat berdasarkan hasil polling yang sempat saya buat di akun Instagram saya yaitu, @senjaandbooks. Di antara dua pilihan yang ada, nama #NonFiksiJugaSeru mendapatkan pilihan paling banyak, selain pilihan #NonFiksiSeruJuga. Sebelum dua nama itu, tadinya ada banyak  npilihan nama yang sempat diusulkan dari teman-teman di Instagram, karena waktu itu saya sempat meminta saran kepada followers saya di Instagaram.

Dari beberapa nama yang masuk, saya masih kurang merasa sreg dengan nama-nama itu, sampai akhirnya saya punya pilihan nama sendiri yang bisa menggambarkan tantangan ini, yaitu #NonFiksiJugaSeru dan #NonFiksiSeruJuga. Tapi, yang paling banyak dipilih adalah yang pertama: #NonFiksiJugaSeru.

Nama itu, saya buat karena saya ingin tantangan membaca nonfiksi ini bisa menjadi tantangan yang seru, yang bisa dinikmati siapa pun dan dari berbagai kalangan pembaca, baik itu pembaca yang memang senang dan terbiasa baca buku-buku nonfiksi sampai pembaca yang baru mulai mencoba membaca buku-buku nonfiksi.

Sebelum membuat polling tersebut, saya sempat mengutarakan keinginan saya untuk membuat tantangan membaca nonfiksi. Awalnya, saya merasa ragu untuk membuat tantangan ini karena melihat di Instagram saya, tidak begitu banyak orang atau bookstagram yang suka membaca buku-buku nonfiksi. 

Tapi, ketika saya mengajukan pertanyaan tentang tantangan ini, di luar dugaan, ternyata saya mendapatkan respons yang sangat baik dari teman atau followers saya di Instagram. Banyak yang mendukung dan menginginkan saya untuk membuat tantangan ini menjadi nyata, bahkan ada yang menawarkan diri untuk memberi dukungan dengan menjadi sponsor dalam tantangan ini, mereka adalah Kak Reti (@reading.slump), Kak Aya (Aysandbook), dan Aziri (@aziri.wardiy). 

Terima kasih untuk kalian bertiga! Berkat dukungan kalian, saya jadi tambah semangat untuk menjadikan tantangan ini ada karena sebelumnya, saya sempat menunda untuk membuat tantangan ini.  Saya membuat tantangan ini lewat stories, tapi setelah menulis blog ini, saya akan umumkan lagi soal tantangan ini di feed Instagram saya. 

Jadi, kalau kamu tertarik dan ingin mulai mencoba membaca buku nonfiksi, kamu bisa ikutan tantangan baca #NonFiksiJugaSeru, yang saya buat di Instagram. Saya buat highlight tersendiri untuk tantangan ini, di Instagram @senjaandbooks dengan judul Tantangan #NFJS. Selamat mencoba dan seru-seruan bersama!