Kerja Jadi Content Writer di Startup

Sumber: Freepik.com

Nggak terasa sudah hampir tiga bulan saya bekerja menjadi content writer di sebuah startup di Jakarta, namanya Storial. Storial ini merupakan social storytelling platform asal Indonesia, yang dibangun oleh Mas Steve Wirawan sebagai CEO Storial dan dua co-founder lainnya yaitu, Mbak Llia sebagai CMO dan Mas Ega sebagai CCO. 

Sedikit cerita tentang Storial

Storial sendiri merupakan wadah bertemunya penulis dan pembaca. Siapapun di sini bisa jadi penulis, menulis dan mendapatkan royalti dari cerita yang dibuat di setiap babnya. Selain itu, di sisi pembaca juga mereka bisa membaca berbagai cerita sesuai yang mereka inginkan, baik membaca secara gartis atau berbayar dengan menggunakan Storial coin yang ditiap babnya dihargai 10 coin, mulai dari bab keenam sampai akhir. 

Kalau kamu mau tahu lebih lengkap soal Storial kamu bisa kunjungi Storial.co atau blognya di blog.Storial.co. Di blog itu juga ranah saya bekerja sebagai content writer untuk menulis seputar dunia menulis dan membaca, serta hal-hal yang berkaitan dengan program atau campaign yang sedang kami jalani di Storial.

Awal mula jadi (amateur) content writer 

Untuk pembahasan lebih lengkap soal pekerjaan content writer atau tugas seperti apa yang saya kerjakan sebagai content writer, mungkin saya akan bahas di kesempatan (tulisan) lainnya, karena saya khawatir pembahasan ini menjadi panjang dan melebar ke mana-mana alias nggak fokus. Padahal saya hanya ingin memberikan gambaran seputar bekerja di bidang ini, meski saya sendiri menyadari kalau saya ini masih pemula dan perlu banyak belajar juga untuk meningkatkan kemampuan menulis saya. 

Tapi, tidak ada salahhnya, kan, kalau saya berbagi pengalaman yang saya punya ini dan berharap kamu yang membaca tulisan ini bisa memiliki gambaran untuk kemudian bisa memutuskan apakah ingin bekerja jadi content writer atau tidak, terutama bekerja di sebuah startup.

Saat ini, saya bekerja dan diberi kepercayaan menempati posisi sebagai content writer untuk membuat konten di media sosial yang nantinya akan di-posting di media sosial Storial, dan menulis artikel, serta bertanggungjawab mengurusi blog Storial, setelah sebelumnya sempat tidak terawat karena kekurangan sumber daya manusianya untuk mengisi posisi saya bekerja saat ini (content writer).  

Sebelum resmi bekerja sebagai content writer, sebenarnya saya sempat bingung dengan posisi dan job desc saya. Mungkin saat itu, saya baru masuk dan baru pertama kalinya bekerja di startup. Belum tahu bagaimana kerjanya dan lingkungan kerja dengan jumlah pekerja yang sedikit, bahkan bisa dihitung jari. Untuk itu, setiap individu bisa saja mengerjakan kerjaan yang menurut saya itu bukan tugas utamanya. Tapi, karena itu juga saya jadi banyak belajar di sini. 

Setiap harinya di awal-awal saya bekerja, saya selalu berusaha menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan lingkungan tempat saya bekerja. Banyak hal yang saya rasa di awal membuat saya sempat memiliki keinginan untuk berhenti dari pekerjaan. Di sisi lain, saya juga sempat merasa kalau pekerjaan yang saat itu saya kerjakan bukan pekerjaan yang cocok buat saya. 

Tapi, pikiran seperti itu perlahan mulai saya singkirkan jauh-jauh karena tujuan saya bergabung di Storial adalah untuk belajar sesuatu yang baru dan mencari pengalaman, serta meningkatkan skill saya, terutama dalam menulis yang sampai saat ini masih dirasa kurang dan masih butuh belajar lagi.

Sebelum jadi content writer 

Saat mendapat tawaran kerja, awalnya saya diminta untuk mengisi bagian community, tapi sekitar dua minggu saya bekerja, perusahaan tempat saya ini merekrut anggota baru yang ditempatkan sebagai community manager. Tentu jabatannya lebih tinggi di atas saya saat itu, sehingga hal ini malah membuat saya sempat merasa bingung dengan pekerjaan saya sendiri karena posisi dan tugas yang saya kerjakan tidak sesuai. 

Harusnya tugas community mencari dan menghubungi influencer atau komunitas yang akan diajak untuk bekerjasama dengan setiap program yang kami jalani. Tapi, saat itu saya malah diminta untuk mengurusi dan mengisi konten tulisan di blog, sambil tetap menjalankan tugas utama di bagian community. Makanya, saya sempat bertanya pada diri sendiri dan teman kerja saya mengenai tugas dan posisi saya yang sebenarnya. 

Di situ saya sempat merasa bingung karena posisi dan job desc tidak sesuai, tapi hal ini nggak membuat saya berhenti dari pekerjaan. Saya tetap bertahan dan mengerjakan setiap tugas yang diminta atau yang mereka butuhkan dari saya. Kalau memang, mereka butuh saya untuk menulis dan membuat konten di blog, maka saya akan kerjakan tanpa merasa keberatan karena sejujurnya saya lebih menyukai tugas ini, meski menulis juga bukan sesuatu yang mudah. Tapi, karena saya suka dan ingin terus belajar soal menulis makanya saya nggak pernah merasa terbebani dengan pekerjaan ini.

Mendapat kepastian

Setelah melalui masa-masa kebingungan yang cukup lama, akhirnya saya mendapat jawaban atas kebingungan itu. Saya akhirnya diberikan kepastian dengan ditempatkan di Tim Editorial (konten) sebagai content writer yang mengisi dan menulis di blog Storial, serta membuat konten di media sosial. Meski di media sosial sendiri, tugas saya hanya sebatas mengisi konten dan menentukan kapan sebuah konten itu harus naik (makanya saya juga membuatkan content planning-nya sendiri) agar lebih rapi dan sesuai, serta nggak saling berbenturan antara konten yang satu dengan yang lain. 

Sebenarnya tugas saya juga nggak hanya itu saja. Saya juga suka membuat copywriting atau saya biasa menyebutnya copy for design (tulisan yang akan ada di setiap design) yang nantinya akan dibuat oleh designer-nya. 

Kalau dibilang jadi content writer hanya sebatas menulis artikel saja, saya rasa tidak semudah kedengarannya, karena berdasarkan apa yang saya kerjakan saat ini, menjadi content writer itu memiliki beban pekerjaan yang cukup banyak, tidak hanya sekadar menulis artikel saja. Apalagi sebelum menulis, saya harus paham dan melakukan riset terlebih dulu, sehingga membuat tulisan atau menentukan konten bukan sesuatu yang mudah, tapi buat saya hal ini tentu sangat menyenangkan dan menjadi tantangan tersendiri.

Terlepas dari itu semua, saya menyukai apa yang saya kerjakan, karena di sini saya jadi banyak belajar dan bisa terus berlatih menulis setiap harinya. Meningkatkan kemampuan menulis saya. Apalagi yang saya tulis merupakan sesuatu yang memang saya suka yaitu, seputar dunia menulis dan membaca. Walau boleh dibilang, pekerjaan saya ini atau menjadi (content writer) memang tidak ada abisnya, karena semakin muncul ide-ide baru yang ingin saya tulis untuk membuat konten, maka semakin banyak tugas yang harus saya kerjakan. Tapi karena saya suka, jadinya saya bisa menikmati pekerjaan ini. 

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Komentar

  1. Uwuuuu Sepsep yang akhirnya dapat kepastian. Semoga selalu betah! Makin kece tulisannya! Dan sabar dibully kita semua 😘😘😘

    BalasHapus
  2. Semangat Septi, semoga betah dan langgeng di pekerjaannya sekarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"