Komitmen Menulis Blog Lagi...


Sumber: westcountrymedia

Aku tiba sekitar jam sembilan malam, setelah seharian beraktivitas di kampus. Mulai dari jam 07.30 hingga sekitar jam 9 pagi karena ada UAS fiction writing. Kemudian selesai ujian, aku pergi ke perpustakaan mengerjakan revisian bab 2 seminar proposalku yang baru direvisi sekali itu, sebelum akhirnya dikirim ke dosen pembimbingku yang berkantor di Gedung DPR RI. 

Lalu di sore harinya, aku dan Anang bertemu untuk mengerjakan tugas UAS kewirausahaan bersama, karena mesti dikumpul Selasa depannya. 

Singkat cerita, disela-sela mengerjakan tugas, Anang menunjukan kepadaku beberapa blog yang menurutnya sangat produktif dalam menulis blog. Salah satunya blog dari pemilik laman Sandallll yang L-nya empat karena kata Anang, kalau L-nya tiga sudah ada. Sempat heran sih, kenapa L-nya harus tiga. Tapi, setelah mengetahui alasannya, ternyata lucu juga. 

Kenapa L-nya harus tiga?

Lantaran si punyanya ini, ingin seperti Arief Poconggg yang  G-nya ditulis tiga kali. 

Ya, meski alasannya cukup lucu bagiku. Tapi, ketika aku melihat tulisannya. Dia terbilang cukup produktif dalam menulis. Bahkan, ada satu bulan di mana ia bisa menghasilkan 51 tulisan. Sungguh luar biasa. Karena salut aja, bisa menulis hingga sebanyak itu dalam waktu sebulan. 

Kemudian aku membaca tulisan di blognya karena penasaran bagaiamana cara dia menulis dan apa yang dia tulis hingga bisa seproduktif itu. Dan membuat Anang jadi rajin nulis blog setelah melihat blognya. Kini, Anang mulai rutin menulis blog, minimal seminggu sekali. Hal itu sudah ia lakukan dan berlangsung selama lima minggu terakhir ini. 

Sebuah hal yang tidak biasa, mengingat Anang itu kadang suka mager-mageran alias malas. Rajinnya kadang-kadang kalau udah deadline, kepepet, dan punya niat yang tinggi.

Bayangkan, Anang yang seperti itu aja bisa loh konsisten menulis blog. Masa aku nggak bisa, sih, pikirku saat itu. 

Memang harus kuakui, temanku satu ini memang cukup produktif menulis blog akhir-akhir ini, jika dibandingkan aku yang sudah jarang menulis. Bulan-bulan sebulannya, aku jarang menulis blog karena aku sedang magang sebagai reporter di Republika.co.id, salah satu media online yang merupakan cabang dari surat kabar Republika. 

Selama magang, tugasku selama enam hari dalam seminggu adalah liputan jika memungkinkan waktunya. Karena kalau ada jam kuliah, otomatis aku tidak bisa liputan. Meski pernah beberapa kali tidak hadir dalam perkuliahan lantaran harus liputan. Sebenarnya bisa saja, izin kuliah saat ada tugas liputan seperti itu. Tapi, aku tidak bisa terus-menerus izin. Jadi, aku juga mesti mengorbankan liputanku demi kuliah. 

Pokoknya, mesti pintar-pintar melihat situasi dan menentukan kapan harus kuliah dan liputan, agar kewajiban utama sebagai mahasiswa dan tanggung jawab, serta komitmenku kepada Republika.co.id dapat berjalan beriringan. 

Meski, harus kuakui menyeimbangkan waktu antara kuliah dan magang tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan, termasuk jam tidur yang berkurang. Jika biasanya tidur sehari bisa lima sampai enam jam. Saat magang, waktu tidurku cukup berkurang banyak. Kadang, cuma tiga sampai empat jam dalam semalam. 

Karena di pagi hingga siang hari aku kuliah, kemudian siang kadang liputan sampai sore atau malam. Selesai liputan, mesti bikin dan kirim berita kepada redakturku, Mas Yudha. Dalam sehari, sebagai anak magang aku dituntut harus bisa menulis minimal lima berita seputar gaya hidup. Bisa tentang kesehatan, kuliner, film, dan lainnya.

Belum lagi soal kuliah, tentu aku juga punya tugas yan mesti dikumpulkan setiap minggunya. Dengan kegiatanku yang seperti itu selama tiga bulan magang. Selain waktu tidur yang berkurang karena dipakai untuk mengerjakan tugas dan menulis berita/artikel. Waktu membaca dan menulisku juga berkurang dan bahkan terabaikan, dalam kasusku ini adalah menulis blog.

Bayangkan saja, seharian udah nulis berita dan kadang mengerjakan tugas kuliah. Hal ini kadang malah menjadi alasanku untuk tidak menulis di blog. Padahal sebenarnya bisa-bisa saja, selama ada kemauan yang tinggi dan komitemen dalam menulis. Namun, sayangnya untuk komitmen tidaklah semudah seperti yang dikatakan.

Sementara bicara soal kemauan, jujur saja ada banyak hal yang ingin aku tulis di blog ini. Terutama tentang kegiatan sehari-hari selama magang di sana. Apalagi, selama magang, aku banyak mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga dan  tak terlupakan. Aku ingin bisa terus mengingatnya, bahkan hingga tua nanti. Setelah menikah dan memiliki anak, lalu mereka bisa belajar dari apa yang aku dapatkan, melalui tulisan-tulisanku ini.

Kenapa jadi berpikir sampai sejauh itu?

Ya, aku ingin tulisan-tulisanku nanti, bisa menjadi rekam jejak perjalananku dan tempatku kembali menemukan diriku sendiri.

Melalui tulisan ini sebenarnya aku juga ingin berkomitmen pada diri sendiri untuk lebih produktif menulis blog lagi. Bagiku, menulis blog adalah hal yang paling asyik, selain membaca buku. Apalagi kalau itu menulis sesuatu yang menarik dan bikin hati senang. Kebahagiaannya berlipat ganda.

Aku tidak mau terus-terusan menjadikan kesibukanku sebagai alasan untuk tidak menulis. Padahal kalau memang niat dan sungguh-sungguh, tentu bisa saja aku menulis blog meski sedang sibuk sekalipun. Asal kuncinya komitmen. Sungguh-sungguh kepada diri sendiri.

Karena jika hanya mengandalkan rasa ingin saja dalam menulis, tanpa adanya komitmen yang kuat tentu akan sulit. Layaknya sebuah hubungan yang tidak ada kejelasan atau kepastian. 

Komitmen untuk bertahan dan terus menulis, bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi, aku akan berusaha dan mencoba memegang komitmenku sendiri, bahwa aku akan menulis minimal seminggu sekali atau dua minggu sekali. Lebih produktif lagi, bahkan melebihi temanku Anang yang menyebalkan itu. Karena dia terus-menerus meledek dan memanas-manasiku untuk menulis blog. 

Meski, dibalik sikap menyebalkannya itu. Aku jadi terpacu untuk mengikutinya agar belajar konsisten pada diri sendiri. 

Berkat pengaruhnya juga, hari ini, setelah pulang kuliah aku langsung menyiapkan diri sebelum menulis blog dan berkomitmen pada diri sendiri untuk tetap menulis blog. Kalian yang membaca tulisan ini adalah saksiku. Sehingga, jika aku lupa atau berhenti menulis, kalian bisa mengingatkanku lagi. Tulisan ini juga sebenarnya sebagai pengingatku agar aku terus menulis, tidak hanya menulis blog. Tapi, menulis yang lain.

Mari berkomitmen dan mulai menulis lagi...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye