Tips Bagi Generasi Millennials: Biar Nggak Cuma Sibuk Aja, Tapi Juga Produktif Bersama Dewaweb


Sibuk tidak selalu menandakan seseorang itu produktif karena tidak semua aktivitas yang dilakukan menjadikan seseorang itu produktif. Untuk menjadi produktif kita perlu memiliki prioritas, berani menolak atau menerima setiap permintaan yang ditawarkan, selalu berpikir sebelum bertindak, fokus mengerjakan segala sesuatu, mengetahui tujuan yang dilakukan, serta mampu mengalokasikan waktu sebaik mungkin. Sementara seseorang yang merasa dirinya selalu sibuk, justru melakukan hal-hal sebaliknya.

Sadar, kah, kita selama ini mungkin, banyak menyia-nyiakan waktu dengan berbagai kegiatan yang justru membuat kita tidak produktif.  Padahal terdapat banyak aktivitas yang bisa dilakukan, terutama bagi generasi millennials untuk tetap produktif dan nggak sekadar memiliki kesibukan, hanya membuang-buang waktu demi mengisi kekosongan, tanpa menghasilkan apa-apa.

Sebelulmnya, siapa sih, yang dianggap sebagai generasi millennials itu?

Generasi millennials atau generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980 - 2000-an. Millennials sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal teknologi karena mereka lahir pada saat handphone dan internet sudah ada. Sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi, dibandingkan generasi sebelumnya.

Jika kita sebagai generasi millennials, masih melakukan aktivitas yang hanya membuat kita sibuk, tanpa menghasilkan sesuatu, tentu saja, hal ini sangat disayangkan. Padahal, generasi millennials memiliki potensi yang baik untuk melakukan perubahan dan gerakan alias millenials on the move.

Lalu, aktivitas seperti apa, sih, yang membuat Generasi Millennials tetap produktif?

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan, namun tetap membuat kita sebagai generasi millennials menjadi produktif. Misalnya, berorganisasi baik di sekolah atau kampus, menjadi volunteer dalam suatu kegiatan, atau bahkan menjadi blogger yang menulis tentang perasaan dan kejadian-kejadiaan yang terjadi dalam kehidupan  sehari-hari atau menuliskan sesuatu yang memang kita sukai.

Misalnya, senang membaca buku. Daripada hanya sekadar membaca, yang tentu manfaat itu hanya dapat dirasakan diri sendiri. Padahal dari buku yang kita baca, kita bisa membagikan manfaat dari buku itu dengan cara menilai atau menceritakannya kepada orang lain melalui blog, sehingga membantu menumbuhkan minat membaca khalayak atau setidaknya memberi manfaat bagi orang lain yang hendak membaca buku tersebut. 

Kenapa Menulis Blog?


Mungkin bagi sebagian orang, menulis blog masih menjadi aktivitas yang dianggap kurang penting, sehingga lebih memilih melakukan kegiatan lain daripada menulis blog. Padahal, dengan menulis blog kita bisa lebih berani mengungkapkan pendapat atau tanggapan terhadap segala sesuatunya, baik yang disuka atau pun tidak. 

Seperti halnya blog ini, yang digunakan sebagai wadah untukku menulis segala hal yang berkaitan dengan buku dan kegiatan literasi karena keduanya merupakan hal yang kusuka dan dekat denganku.

Selain itu, dengan menulis blog, setidaknya ada yang bisa kita bagikan, diceritakan kembali, entah itu untuk pengingat bagi diri sendiri mengenai momen atau kejadian yang kita suka dan alami atau sebatas membagikan informasi dan pengalaman kita, yang mungkin berguna bagi orang lain yang membacanya.

Lewat blog juga, kita bisa menjangkau lebih banyak khalayak daripada hanya menceritakannya secara langsung dari mulut ke mulut.

Mau Mulai Menulis Blog, tapi masih ragu?

Tertarik untuk mulai menulis blog atau bahkan ingin tetap produktif menghasilkan konten di blog? Tapi, masih ragu untuk mulai menulis? 

Berikut ini 6 tips yang bisa kalian lakukan untuk mulai menulis dan tetap produktif menulis blog.

1. Menemukan Waktu yang Tepat


Sebenarnya, menulis itu bisa kapan saja dan di mana saja. Bagi yang belum terbiasa, mungkin hal ini akan sulit dilakukan. Apa lagi bagi generasi millennials yang baru memulai menulis blog. Sebelum memutuskan menjadi blogger alias penulis blog, kita perlu mengetahui waktu yang tepat untuk menulis sesuai dengan diri kita.

Kapan waktunya?

Tentu saja, setiap orang memiliki waktu menulis yang berbeda-beda. Ada yang senang menulis di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Ada yang senang menulis saat malam hari sebelum tidur. Ada yang senang menulis dalam keadaan sepi dan tenang. Bahkan, ada yang senang menulis di kafe atau kedai kopi sambil mendengarkan suara-suara orang sekitar.

Semua itu bisa kita ketahui kalau kita bisa menemukan sendiri waktunya. Kita nggak akan pernah tahu kapan waktu yang tepat itu, selama kita nggak mencoba menemukannya.

Kalian bisa memulainya dengan mencoba menulis di segala waktu. Jika sudah merasa cocok dan menemukan waktu yang sesuai untuk kalian menulis, maka kalian bisa mulai menulis blog di waktu-waktu tersebut.

Sejak memutuskan menulis blog, aku berusaha untuk tetap menulis, sekali pun memiliki kegiatan lain yang mesti kukerjakan. Apa lagi, saat ini aku sudah memasuki semester lima, waktu menulis blog pun terasa sempit, tidak seperti sebelumnya, yang memiliki lebih banyak waktu luang. Sehingga, di sini aku dituntut lebih bijak memanfaatkan waktu yang ada untuk menulis blog.

Dalam menulis blog sendiri, aku sudah tahu waktu yang tepat, kapan aku harus menulis, dan di mana aku biasa menulis. Aku terbiasa menulis di tempat yang sepi dan tenang, seperti di perpustakaan atau menyepi di kamar. Sesekali bisa menulis di tempat keramaian, tapi lebih nyaman dan senang menulis di tempat yang tenang. 

Nah, kalau kalian bagiaman? Yuk, coba temukan waktu terbaikmu untuk menulis!

2. Cipatakan Suasana Menulis


Ketika kita sudah tahu, kapan waktu yang tepat untuk menulis. Kadang, kita masih saja merasa belum bisa menulis dengan berbagai alasan lainnya. Hal ini juga sering terjadi padaku. Padahal, aku sudah berushaa menulis di waktu yang tepat yang dapat mendukungku untuk menulis. Tapi tetap saja kesulitan untuk mulai menulis masih kerap terasa.

Jika hal ini terjadi, ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk tetap menghasilkan tulisan, yaitu menciptakaan suasana menulis.

Tak hanya waktu saja yang bisa ditemukan, kita juga bisa mencipatakan suasana yang mendukung untuk menulis. Hal ini biasanya berkaitan dengan mood menulis. Ketika kita sedang berada dalam mood yang baik, maka ketika menulis kita merasa lebih bertenanga dan bersemangat untuk menghasilkan tulisan. Tapi, ketika dalam kondisi mood yang buruk, menulis pun terasa tidak bersemangat dan kita malah malas menulis.

Nggak mau, kan, hal itu terjadi? Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Untuk menciptakan mood yang baik, kita bisa melakukan beberapa kegiatan yang kita suka. Seperti, menyaksikan film, membaca buku, jalan-jalan, atau sekadar berdiskusi dengan teman atau keluarga. 

3. Pintar Melihat Peluang



Meski sudah mengetahui waktu yang tepat untuk menulis dan berusaha menciptakan suasana yang mendukung untuk menulis, tapi masih saja merasa tidak bisa menulis karena merasa disibuki dengan kegiatan lainnya?

Sesibuk-sibuknya kita, pasti ada waktu luang untuk melakukan hal lain. Nah, di saat seperti itu kita bisa memanfaatkannya untuk menulis. Jika dalam kondisi seperti itu kita harus pintar melihat peluang yang ada. Misalnya, saat menunggu masuk kuliah, ketika dosen belum datang atau ketika ada jam kosong sambil menunggu kelas berikutnya berlangsung, atau sebelum berangkat kuliah dan bisa ketika dalam perjalanan menuju ke kampus.

Di waktu-waktu itu bisa kita memanfaatkannya untuk menulis blog atau setidaknya menyusun draft tulisan blog kita.

4. Pasang Target Menulis



Berapa tulisan yang mau dimuat setiap hari, minggu, atau bulannya?

Semua itu tergantung dari diri kita sendiri. Memasang target menulis itu penting karena dapat membantu kita untuk tetap produktif menulis. Jika tidak seperti ini, kadang kita jadi malas-malasan untuk menulis dan malah menyibukan diri dengan kegiatan lain, yang malah tidak produktif sama sekali. Hanya membuang-buang waktu kita saja.

Untuk mencegah atau meminimalisir hal itu terjadi, ada baiknya kita memasang target menulis. Kita bisa menetapkan target menulis sesuai kemampuan dan melihat dari kondisi kita saat itu, apakah sedang banyak kegiatan atau tidak.

Jika sedang disibukkan dengan aktivitas yang memungkinkan kita tidak punya waktu untuk menulis, sebaiknya kita memasang target yang memang mampu atau sanggup kita kerjakan. Setiap orang bisa mengukur hal itu sesuai kemampuan diri sendiri dengan menyesuaikan kegiatan yang ada. Misalnya, seminggu sekali ada waktu satu hari khusus untuk menulis blog atau menghasilkan satu artikel setiap tiga hari sekali, dan sebagainnya.

5. Manfaatkan Gadget atau Notebook



Di era sekarang ini, ketika teknologi semakin berkembang dan bermunculan, sehingga hal ini memudahkan kita dalam menjalankan beragama aktivitas jauh lebih efektif dan efisien. Seperti kehadiran smartphone, yang memiliki banyak manfaat selain untuk berkomunikasi, kita juga bisa memanfaatkannya untuk menulis blog. Sebelum menulis lewat laptop atau PC, kita bisa membuat draft blog kita di smartphone.

Hal ini bisa dilakukan kapan dan di mana saja, bahkan di jalan sekali pun, selama kita mampu melihat peluang yang ada dan memanfaatkan waktu yang ada untuk tetap produktif menulis.

Ketika menulis blog, tidak selalu kita sudah tahu apa yang mau kita tulis, bukan?

Ada kalanya, kita merasa kesulitan menemukan sesuatu untuk ditulis karena tidak memiliki bahan untuk ditulis. Padahal, terkadang kita suka terbesit ide-ide di saat kita tidak sedang ingin menulis. Sayang, bukan, kalau ide yang muncul tiba-tiba itu dibiarkan begitu saja?

Padahal, ide tersebut bisa menjadi bahan atau sumber bagi kita menulis nantinya. Hal itu juga, bisa memicu kita untuk tetap produktif menulis, sekali pun tidak ada ide.

Kita bisa memanfaatkan gadget kita untuk menampung ide-ide yang bermunculan secara tiba-tiba. Dan, ketika kita hendak menulis blog, kita sudah punya bahan yang mau kita tulis.

Selain melalui smartphone, kita juga bisa menggunakan notebook yang bisa kita bawa kapan pun untuk mencatat ide-ide kita di saat smartphone tidak berfungsi karena kehabisan baterai atau lupa membawa smartphone. Baik itu gadget atau notebook, keduanya dapat kita manfaatkan dan membantu dalam mengumpulkan ide menulis. Ketika mau menulis dan belum menemukan ide tulisan, kita bisa melihat kembali catatan kita di notebook atau di gadget

6.  Mulai Menulis



Sama seperti kebanyakan tips menulis lainnya. Tips terakhir adalah yang paling penting dilakukan. Mulai lah menulis!

Dengan menulis, dalam hal ini menulis blog, kita bisa jauh lebih produktif karena ada sesuatu yang dihasilkan. Baik itu artikel, cerpen, tips seperti ini dan lainnya, yang sesuai dengan minat dan hal yang kita sukai.

Mulai lah menulis dari hal yang kita suka dan dekat dengan kita. Hal ini mampu membuat kita lebih produktif menghasilkan tulisan atau konten untuk blog kita. Tanpa tulisan atau konten di blog kita, blog itu bukan lah blog.

Menurut Bloggingly.com, Blog adalah website dengan konten (konten bisa berupa teks, gambar, lirik, audio, atau video) yang di-update secara berkala, serta mewakili dan berdasarkan sudut pandang ‘karakter’ tertentu yang menjadikan kontennya khas (umumnya menggunakan sudut pandang personal). Standarnya, konten blog diurutkan secara kronlogis terbalik (konten baru di depan, konten lama di belakang dan dapat dikomentari.

Itu lah, keenam tips yang bisa kalian terapkan untuk membantu kalian tetap produkif, khususnya menulis blog. Baik kalian blogger pemula atau baru berniat menulis blog, tapi khawatir tidak bisa produkif menghasilkan tulisan karena beranggapan masih memiliki kesibukan lainnya.

Kalian nggak perlu khawatir, sesibuk-sibuk apa pun kegiatan yang saat ini kita lakukan, selama ada niat dan kemauan pasti di situ ada jalan. Seperti sekarang ini, aku masih menghadapi UTS dan masih ada tugas-tugas yang perlu kuselesaikan. Tapi, karena ada niat dan kesempatan melalui lomba menulis blog yang diadakan  Marcomm Vol.2 bersama Deweweb ini, akhirnya aku bisa menyelesaikan satu tulisan untuk blogku ini.

Sebelumnya, apa itu Dewaweb?



Dewaweb adalah layanan hosting berbasis cloud hosting. Hosting adalah suatu space atau tempat di internet yang kita gunakan untuk menyimpan data-data situs kita. Entah itu situs perusahaan, situs pribadi, situs blog, dan lain sebagainya. Setiap situs yang hendak kita buat secara online, sehingga membuat banyak orang bisa mengaksesnya, harus disimpan pada suatu host. Kini banyak tersedia jasa host-host, termasuk hosting yang ditawarkan Dewaweb dengan berbasis cloud hosting.

Cloud hosting itu sendiri merupakan layanan hosting yang menggunakan sistem operasi tertentu pada sebuah server, dan sistem operasi ini dioptimasi untuk menyediakan environment hosting yang stabil dan efisien.

Bagi kalian yang mau mulai menulis blog, atau sudah menjadi blogger, kalian bisa mencoba layanan dari Dewaweb ini. Untuk lebih jelas dan lengkap mengenai cloud hosting atau layanan apa saja yang ditawarkan Dewaweb, kalian bisa kunjungi langsung laman Dewaweb.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan tentunya membuat kita tetap produktif, bukan hanya sibuk, tanpa menghasilkan apa-apa.

Yuk, jadi generasi millennials yang produktif dalam membangun budaya digital! Salah satunya dengan mulai menulis blog.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"