Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Kompasiana Blogshop : Tips Menulis dan Menerbitkan Buku oleh Ahmad Fuadi

Gambar
Ingin jadi penulis? Punya buku karya sendiri? Bukunya diterbitkan dan dibaca banyak orang? atau bahkan, bukunya diangkat ke layar lebar?
Sebagian besar peserta yang menghadiri acara Kompasian Blogshop pada Jumat kemarin, (25/8) mungkin memiliki mimpi yang sama menjadi penulis atau setidaknya memiliki buku sendiri. Kalau tidak, mereka tidak akan hadir dan duduk bersama-sama di lantai berkarpet yang ada di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia sore itu.
Bukan hanya mereka, aku yang sore itu datang agak terlambat pun memiliki mimpi itu. Mimpi menjadi penulis dan punya buku sendiri. Aku tidak pernah bermimpi menjadi penulis buku sebelumnya. Jangankan bermimpi, memikirkannya saja tidak pernah. Dalam sejarah keluargaku, tak ada namanya keturunan penulis. Tapi, bukan berarti aku tidak bisa menjadi penulis, kan? Aku yakin suatu saat aku dapat mewujudkan mimpi itu.
Sejak usai membaca buku Negeri 5 Menara tahun 2014, bisa dikatakan itulah awal mula aku bermimpi menjadi penulis. Selain itu, aku meras…

Keseruan Menulis Kisah dalam Sajak bersama M. Aan Mansyur

Gambar
Selain senang membaca buku, menulis blog seperti ini, atau sekadar jalan-jalan ke toko buku atau perpustakaan, hal lain yang sangat senang kulakukan adalah mendatangi acara-acara yang berkaitan dengan literasi. Entah itu pelatihan menulis, bedah buku sekaligus diskusi buku, atau datang ke festival buku.
Sejak punya kesenangan tersendiri terhadap buku-buku, bisa dikatakan aku senang menghadiri berbagai acara literasi. Di bulan Juli hingga awal Agustus, ada beberapa acara yang aku hadiri bersama temanku. Di tulisan kali ini, aku akan bercerita pengalamanku mengikuti Beranda Sastra : Kelas Kreatif bersama Aan Mansyur di Bentara Budaya Jakarta.

Aku bersyukur bisa tinggal di Jakarta karena memudahkanku menghadiri acara seperti ini. Jadi, selama masih tinggal di Jakarta, sebisa mungkin aku bakal datang karena tidak semua orang bisa merasakannya. Selain itu acara-acara seperti ini belum tentu ada di semua tempat.

Tapi, tenang saja, aku bakal berbagi pengalamanku di tulisan kali ini agar kal…

Berbagi Cerita : Alasan Memilih Kuliah Jurnalistik bagian 1

Gambar
Setiap kali melihat buku Negeri 5 Menara di rak buku, aku kembali teringat kenangan di tahun 2014. Saat itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMK, jurusan akuntansi. Di masa sebelum mengenal buku Bang Fuadi itu, aku merasa belum memiliki mimpi yang benar-benar aku inginkan. Atau lebih tepatnya, aku belum tahu tujuanku akan ke mana setelah SMK.  Jujur saja, masa-masa itu aku masih mencari jati diriku. Aku belum tahu apa yang sebenarnya aku inginkan atau hal apa yang kusuka dan membuatku begitu senang melakukannya.
Seperti mendapat pencerahan atau jalan terang dari semua permasalahanku. Tiba-tiba saja, aku berkeinginan melanjutkan kuliah selepas SMK. Padahal, niat awalku sekolah kejuruan karena aku ikut-ikut kemauan orangtuaku dan beberapa temanku. Saat itu, aku merasa belum mau melanjutkan sekolah di SMA dan tidak ada niat untuk kuliah juga.
Pikiranku sudah membayangkan kalau SMK sepertinya lebih asyik. Bisa langsung kerja setelah lulus. Apa lagi, yang membedakan SMA dan SMK karena …

SOPHISMATA : Politik yang Dibalut Cinta

Gambar
Penulis Alanda Kariza kembali meluncurkan novel terbaru berjudul Sophismata setelah pertama kali menerbitkan novel berbahasa Indonesia 12 tahun lalu. Pada peluncurannya kali ini, ia lakukan secara daring melalui Instagram live @alandakariza pada Minggu (9/7) Pukul 15.00 WIB.
Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama itu diluncurkan secara daring karena Alanda saat itu tengah menyelesaikan studi program Magister Ekonomi Perilaku di Universitas Warwick, Inggris Raya. Alanda Kariza telah menerbitkan sejumlah buku sejak tahun 2004. Di antaranya DreamCatcher (Gagas Media, 2012) dan Beats Apart (Ice Cube, 2015). Dia juga terlibat dalam penulisan beberapa antologi, serta aktif menulis sebagai kontributor di The Jakarta Post.
Sophismata bercerita tentang Sigi yang sudah tiga tahun bekerja sebagai staf anggota DPR, tapi tidak juga bisa menyukai politik. Dia bertahan hanya karena ingin belajar dari atasannya, mantan aktivis 1998 yang sejak lama dia idolakan, dan berharap bisa dipromosikan menjadi te…