Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu., itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

Tere Liye menawarkan cerita dengan gaya baru yaitu novel biografi "Tentang Kamu" yang pertama kali terbit Oktober 2016, namun sudah tujuh kali cetak ulang pada Febuari 2017. Novel Tentang Kamu bercerita tentang tokoh Sri Ningsih. Novel ini disebut sebagai novel biografi karena isinya menceritakan perjalanan kehidupan Sri Ningsih mulai dari awal kehidupan sampai kematiannya melalui Zaman Zulkarnaen. Zaman adalah seorang pengacara di firma hukum Thompson & Co di London. yang menangani masalah warisan para kliennya.

Sri Ningsih  merupakan salah satu klien besar firman hukum Thompson & Co yang dikabarkan telah meninggal enam jam lalu di Paris. Kematiannya telah meninggalkan harta waris senilai satu miliar poundsterling atau setara 19 triliun rupiah. Dengan warisan sebesar itu, Sri Ningsih lebih kaya dibandingkan Ratu Inggris dan keluarganya. Namanya bisa masuk dalam 100 orang terkaya di Kerajaan Inggris.

Namun, permasalahannya di sini adalah warisan tersebut tidak memiliki surat wasiat. Firman hukum Thompson & Co. hanya menyimpan surat keterangan yang menyatakan Sri Ningsih adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. Surat itu, dititipkan beberapa tahun lalu oleh pihak ketiga melalui pos. Jika warisan tersebut tidak memiliki surat wasiat dan pewaris yang sah, maka kasus ini dapat dibawa ke hakim pengadilan, dan warisan tersebut akan diakui kepemilikannya oleh kerajaan Inggris.

Zaman ditunjuk menyelesaikan kasus wasiat Sri Ningsih karena Sri berasal dari Indonesia, sesuai dengan negara asal Zaman lahir. Sehingga dapat memudahkan Zaman menelusuri kehidupan masa lalunya, termasuk mencari ahli waris yang mungkin masih hidup. Jika Zaman berhasil menangani kasus ini dengan baik, maka Zaman berhak mendapat satu kursi kosong untuk posisi lawyer senior. Selama satu tahun ini, Zaman hanya menjadi pengacara magang di firman hukum Thompson & Co.

Firma hukum tersebut berdiri di atas prinsip-prinsip, tidak seperti kebanyakan firma hukum lainnya, apalagi heir hunters serakah, sebutan untuk para pemburu harta warisan. Heir hunters lebih mirip detektif, meskipun mereka seorang lawyer. Mereka akan mencari pewarisnya, siapa pun yang boleh jadi keturunan atau kerabat jauh. Setelah berhasil, mereka akan meminta bagian dari harta itu, 20%, 40%, atau bahkan lebih besar dibanding ahli warisnya. Tapi, berbeda dengan  Thompson & Co. Mereka adalah legenda hidup. Pengacara-pengacara mereka adalah kesatria  gagah berani pembela kebenaran. Mereka bekerja keras untuk memastikan setiap harta warisan diselesaikan seadil mungkin, tanpa peduli berapa besar bagian yang akan mereka peroleh.

Zaman mulai menelusuri masa lalu dan kehidupan Sri lewat buku harian Sri Ningsih yang diberikan Aimee, pengurus yang bekerja di panti jompo saat ia pergi mengunjungi dan mencari tahu tempat terakhir Sri Ningsih mengembuskan napas terakhirnya itu. Lewat buku diary Sri Ningsih, Zaman mengikuti dan mengungkapkan kehidupan Sri yang penuh dengan hal-hal misterius dan menakjubkan. Buku diary itu terdiri dari sepuluh halaman yang berisi tulisan, dibagi menjadi lima bagian, masing-masing dua halaman. Setiap bagian hanya ada satu-dua paragraf pendek, beserta satu-dua foto yang ditempelkan di halaman bagian itu. Membaca buku harian Sri sangat menarik dan aku sangat menyukai konsep buku harian dalam novel ini. Serta, kembali menyadarkanku yang sudah cukup lama tidak menulis buku harian. Seingatku, terakhir kali menulis di buku harian adalah Maret 2017. Sekarang, aku jadi lebih senang menulis di media lain. Tapi, aku masih tetap merindukan menulis di buku harian.




Novel Tentang Kamu menurutku sangat menarik dari segi ceritanya. Tere Liye selalu memberikan cerita-cerita tak terduga dan membuatku penasaran. Terutama dalam novel ini, aku penasaran dengan kehidupan Sri Ningsih yang berawal di Pulau Bungin dan berakhir di Paris, dengan meninggalkan warisan dalam jumlah besar tanpa surat wasiat dan ahli waris sah.

Menelusuri setiap jejak kehidupan Sri membuatku belajar banyak hal dan tentu selalu berhasil menggugah emosiku ketika membacanya. Di bagian awal mulai dari bab empat sampai sembilan, aku terus menangis tersedu-sedu. Dan, ketika aku menangis posisiku saat itu, sedang berada di bis Transjakarta, hendak berangkat kuliah.

Mula-mula, aku masih bisa menahan rasa sedih itu. Tapi, semakin masuk ke ceritanya, terutama sosok Sri Ningsih di bagian awal cerita sampai tiba dipuncak kesedihan, akhirnya air mataku tak bisa dibendung lagi. Tak peduli situasi dan tempat saat itu, aku benar-benar tidak bisa menahan lagi perasaan sedih saat membaca ceritanya. Meski, penumpang lain akan menganggapku aneh atau curiga, aku tak peduli. Yang kulakukan, hanya terus membaca sambil menangis.

Sebagai saran, buat kalian yang hendak membaca novel Tentang Kamu, jangan lupa sediakan tisue saat membacanya. Dan, kalau tidak mau dipandang aneh karena membaca sambil menangis, jangan pernah membaca di tempat umum. Sebenarnya, aku malu saat membaca sambil terus menangis, tapi mau bagaimana lagi. Aku nggak bisa menahan rasa sedih itu.

Selain ceritanya yang menggugah emosi pembaca, cerita di novel Tentang Kamu juga sangat menyenangkan, terutama saat perjalanan Zaman mencari tahu masa lalu Sri Ningsih dan bertemu banyak orang yang mengenal Sri Ningsih. Pergi ke satu tempat dan ke tempat lainnya. Menelusuri setiap langkah dan jejak Sri Ningsih. Seperti salah satunya, bagian cerita Sri Ningsih dengan Hakan yang bikin iri dan senyum-senyum.

Kisah cinta mereka tidak biasa dan sangat menarik diikuti. Bukan sekadar cerita cinta yang menye-menye. Tere Liye selalu memberikan gambaran tentang cinta dalam arti yang dalam. Membuatku sebagai pembaca bisa merasakan kekuatan cinta dan arti cinta seperti apa. Meski, berasal dari hal-hal kecil, tapi cukup membuatku kagum. Terutama pada sosok Hakan yang diusia 39 tahun baru merasakan jatuh cinta.

Sosok Hakan adalah pria idaman. Lagi-lagi, aku jatuh cinta dengan tokoh yang ada di buku. Adakah di kehidupan nyata, sosok pria seperti Hakan? Aku ingin satu kalau ada yang seperti itu. Dia benar-benar tulus mencintai Sri Ningsih, meski akhirnya harus menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Dan, cerita Sri dan Hakan kembali membuatku menangis lagi. Aku benar-benar kesal sekaligus menyukainya Tere Liye yang selalu membuatku menangis setiap membaca cerita-ceritanya.

Tentang Kamu adalah salah satu novel Tere Liye yang paling aku sukai setelah novel Rindu, Amelia, dan Sunset Bersama Rosie. Aku rekomendasi banget, buat kalian yang ingin membaca. Terutama buat yang belum pernah membaca karya Tere Liye, kurasa novel ini dapat membuat kalian jatuh cinta dan semakin suka dengan cerita-cerita Tere Liye.

Novel ini memiliki banyak pesan moral yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran, terutama dalam kehidupan. Banyak kata-kata atau pesan yang menarik dan membangun di novel ini, tapi meski begitu Tere Liye tidak pernah membawakan cerita dengan cara menggurui. Lewat penggambaran cerita yang baik, kalian dapat mengambil setiap pesan dan pelajaran yang ada. Tere Liye memang terbaiklah. Salah satu penulis favoritku. Dan, sejauh ini aku membaca cerita-ceritanya, aku tidak pernah merasa kecewa dan selalu penasaran untuk membaca karya-karyanya yang lain.


Terima kasih, Sri Ningsih lewat kisahmu aku kembali belajar banyak hal tentang kehidupan. Di saat aku merasa lelah dengan berbagai hal belakangan ini, tapi melihat semangat dan keteguhan hati yang dimiliki Sri Ningsih, aku bisa kembali bangkit dan ingin seperti sosok Sri Ningsih. Ya, meski ini hanya cerita fiksi, berupa karangan. Tapi, selama kita bisa belajar dan meniru kebaikan yang ada, tidak ada salahnya bukan?

Komentar

  1. Baru selesai baca bukunya. Senang rasanya bisa kenal Sri Ningsih dan Zaman Zulkarnaen yang etos kerjanya luar biasa.

    BalasHapus
  2. Suka baca novelnya
    Ceritanya menginspirasi kita untuk tetap tegar menghadapi cobaan seberat apapun
    Zaman Zulkarnaen memiliki sifat yang pantang menyerah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye