Bagaimana cara memberantas tumpukan TBR?


Setiap kali pergi ke toko buku, meski niat awalnya cuma sekadar lihat-lihat doang, kadang pulang-pulang malah beli buku. Meski, buku yang dibeli cuma satu. Cuma satu, Sep? Tapi, tetap saja, malah nambahin TBR (to be read). Padahal setiap lihat tumpukan buku di lemari, hati selalu mengatakan, "Udah, Sep, jangan beli buku lagi. Buku-bukumu, banyak yang belum kamu baca." atau "Kamu harus baca buku, Sep. Ingat, tumpukan bukumu masih menggunung, tuh!"

Eh, tapi setelah lihat book sale, datang ke acara bazar buku, beli buku saat ada promo diskon dari toko buku online, semua itu membuat niat awal untuk berhenti membeli buku dan mulai membaca buku hanya sebuah ilusi semata. Goyah begitu saja. Seakan-akan tumpukan buku yang semakin menggunung itu leyap begitu saja. Padahal, bukan berkurang, tapi semakin bertambah setiap aku pulang membeli buku atau mendapat paket kiriman buku yang kupesan secara online.

Kalau kalian baca tulisan ini, dan berpikir bahwa tulisanku kali ini akan memberitahu cara memberantas tumpukan TBR, maka kalian salah. Justru aku membuat judul seperti itu karena memang tengah menanyakan pertanyaan itu kepada kalian yang membacanya, siapa tahu, diantara kalian ada yang tahu bagaimana cara memberantas tumpukan TBR. Atau justru, kita sama-sama masih mencari cara mengatasi masalah yang satu ini. 

Di tulisan kali ini, aku mau sedikit cerita soal masalah menimbun buku yang aku rasakan semakin lama semakin bertambah parah saja. Mungkin, hal ini tidak hanya aku saja yang merasakannya, tapi juga para pecinta buku di luar sana atau mereka yang tergila-gila pada buku, pasti sering atau bahkan sedang mengalami hal serupa. 

Terkadang, aku sendiri bingung dengan kondisi yang aku alami ini, apakah hal ini wajar atau tidak. Mengingat, setiap hendak membeli buku, aku kerap merasakan perasaan sayang kalau tidak membeli buku tersebut. Apa lagi, jika buku itu merupakan buku yang benar-benar aku inginkan. Meski, setelah membeli buku itu, aku tidak segera membacanya. Dan, menempatkan buku itu pada tumpukan buku TBR-ku yang lain. Bagaimana coba, bisa memberantas tumpukan TBR, kalau aku terlalu konsumtif terhadap buku.

Di bulan April, aku sangat konsumtif sekali. Aku sadar itu. Tingkat pembelian bukuku di luar batas kewajaranku pada umumnya. Kalau aku cuma biasa beli buku, dua atau tiga buku di setiap bulannya, bahkan pernah hanya satu buku atau bahkan tidak sama sekali. Tapi, di bulan April lalu, pembelian bukuku mencapai rekor tertinggi, sekitar 15 buku, mengalahkan rekor sebelumnya yang pernah mencapai 10 buku.  

Balik lagi sama masalah memberantas TBR-ku ini, kadang saking banyaknya buku-buku yang belum kubaca, aku sampai pernah mengalami malas membaca. Padahal buku-bukuku masih menggunung, kadang aku nggak tahu bagaimana mengatasinya. Di saat aku merasakan hal seperti itu, harusnya aku lebih semangat untuk menyelesaikan tumpukan TBR-ku. Bukan justru malah sebaliknya, terjangkit virus reading slump alias kemunduran membaca.

Di saat terjangkit virus ini, aku benar-benar merasa malas sekali membaca. Tidak ada gairah sama sekali, seperti biasanya. Virus ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Tapi, kalau dipikir-pikir, masalahku terkena reading slump bukan hanya karena bingung memilih buku dari tumpukan TBR-ku saja. Melainkan, di semester empat ini, harus aku akui kegiatanku di organisasi tak ada hentinya, tugas liputan berita tak ada jedanya, dan rasa lelah yang kadang aku rasakan, membuatku memilih menggunakan waktu senggangku untuk tidur, melakukan hal yang kusuka lainnya, atau bahkan tidak melakukan apa-apa.

Terkadang, aku merindukan semester awal, di mana aku masih bisa melakukan banyak aktivitas yang kusuka. Termasuk salah satunya, pergi ke perpustakaan. Semenjak masuk kuliah semester empat ini, aku sudah tidak pernah mengunjungi perpustakaan yang biasa aku kunjungi selama liburan semester, yang letaknya di daerah Kebayoran Lama.

Meski, cukup jauh dari rumah, aku selalu menyempatkan waktu untuk pergi ke sana, selain untuk sekadar mencari-cari buku, menulis apa pun karena di sana tempatnya sangat nyaman dan tenang, pas untuk menulis dan yang menyukai ketenangan. Tidak hanya itu, aku juga ke perpustakaan biasanya lebih sering mengembalikan buku untuk bisa meminjam buku lagi. Karena sayang sekali, kalau ke perpustakaan, jauh-jauh dari rumah, terus pulang nggak bawa buku apa pun. Rasanya sia-sia saja.

Ya, meski pun aku tahu, buku di rumahku sekarang masih banyak, tapi kan buku yang aku pinjam itu nggak ada di rumah, dan kadang aku menjadikan buku itu juga sebagai alat pemancing supaya aku terhindar dari virus reading slump yang membahayakan produktivitas membacaku. Dan, berujung pada tumpukan TBR yang tak ada habisnya.

Oke, karena tulisan ini seharusnya memberikan kalian solusi untuk bisa memberantas TBR. Maka, aku akan berikan saran yang aku sedang coba terapkan juga pada kebiasaanku menimbun buku. Yang membuatku cukup tersiksa dan selalu merasa bersalah setiap melihat isi lemari buku. Ya, langsung saja, simak tips berikut ini. 

Pertama, pilih buku yang benar-benar ingin kalian baca diantara buku-buku yang ada atau TBR kalian. Lalu kedua, cari alasan kenapa kalian harus membaca buku tersebut. Kalau bisa, berikan alasan yang sangat kuat, sehingga ketika kalian tengah membaca buku itu, kalian tidak akan mudah berhenti begitu saja, kecuali kalian benar-benar merasa buku itu tidak cocok untuk kalian. Lebih baik hentikan, jangan dipaksa, daripada nantinya kalian terkena reading slump. 

Setelah memilih buku yang benar-benar ingin kalian baca, maka saran selanjutnya adalah segera baca buku itu. Mulailah cari dan temukan waktu terbaik kalian dalam membaca. Entah itu pagi hari atau malam hari sebelum kalian tidur. Bisa di mana saja dan kapan saja. Ketika membaca buku, usahakan tetap fokuskan pikiran kalian pada buku yang sedang kalian baca. Jangan biarkan pikiran kalian ketika membaca melayang-layang, dan masih memikiran cara menyelesaikan tugas tersebut.

Sepertinya, hal ini juga menjadi salah satu kendalaku. Karena, belakangan ini, setiap aku mau membaca buku, aku memerlukan usaha yang cukup kuat untuk tetap fokus pada bacaan atau aku harus menyelesaikan tugasku, yang kalu dipikir-pikir tidak ada selesainya. Kalau bisa, ketika membaca, pastikan tugas kalian telah usai. sehingga kalian tidak akan merasa terggangu selama membaca.

Ketika membaca, nikmatilah apa yang kalian baca, sampai kalian merasa ketagihan dan tidak berhenti membaca. Kalau aku sudah merasa hal seperti ini, aku benar-benar tidak akan bisa berhenti sampai buku itu berakhir. Meski terkadang, hal itu sulit kulakukan belakangan ini. Sampai akhirnya kalian menyadari buku yang kalian baca hampir selesai. Dan, setelah itu, satu buku berhasil mengurangi tumpukan TBR kalian.

Kalau kalian sudah seperti pada tahap itu, maka kalian bisa melakukan hal yang sama pada buku-bukul lainnya, yang masih tedampar di antara timbunan TBR kalian. Oya, penting juga, kalian punya rasa tanggungjawab pada buku-buku yang sudah kalian beli atau kalian pinjam. Mereka menunggu kalian untuk segera membaca, jangan biarkan mereka lenyap di makan waktu.

Kalau kalian, punya saran cara memberantas tumpukan TBR. Kalian bisa kasih comment di bawah. Semoga kita bisa saling sharing juga. Selamat membaca dan memberantas TBR. Doakan aku, ya, semoga bsia segera memberantas tumpukan buku TBR-ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"