Berkarya Lewat Indie Book Corner


Setiap orang yang senang menulis atau membaca buku, mungkin sering bermimpi suatu hari nanti bisa mempunyai buku sendiri, atau setidaknya bisa menerbitkan buku yang ditulis sendiri. Berawal dari mimpi itu, keinginan untuk menerbitkan buku pun mulai muncul. Segala usaha dilakukan, mulai dari sering membaca buku, rajin menulis, mengikuti pelatihan kepenulisan sampai akhirnya tulisan tersebut selesai ditulis dan siap dikirim ke penerbit.
Demi mewujudkan mimpi itu, ada banyak cara yang bisa dilakukan setiap calon penulis. Baik mengirim tulisan mereka ke penerbit mayor atau melalui jalur penerbit indie, seperti halnya Indie Book Corner, yang merupakan penerbit indie di Indonesia yang membantu siapa pun yang ingin menulis dan menjadi penulis untuk menerbitkan karyanya berupa buku.
Kini, pilihan menerbitkan buku tak hanya melalui penerbit mayor saja, tapi juga bisa melalui penerbit indie. Mereka yang mengirim tulisan lewat jalur indie memiliki beragam alasan yang berbeda. Selain karena alasan bahwa penerbit mayor yang cenderung selektif, serta masalah pemberian royalti. Atau para penulis pemula memiliki keyakinan yang berbeda dengan penerbit. Terkadang, alasan-alasan itulah yang kerap membuat para penulis pemula bertekad menerbitkan sendiri bukunya.
Apa pun alasanya, penerbit indie dapat menjadi alternatif para penulis pemula untuk menerbitkan buku-buku mereka. Mau tahu lebih lengkap soal Indie Book Corner, kalian dapat kunjungi langsung ke alamat websitenya di bukuindie.com

Mengirim Tulisan ke Indie Book Corner




Bicara soal menulis, di bulan Maret lalu Indie Book Corner membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mengirim tulisan apa saja terkait dunia perbukuan, Tulisan yang dapat dikirim, bisa berupa catatan buku kesukaan, liputan acara buku, wawancara dengan penulis. Pengirim yang karyanya terpilih dan dimuat di web mereka akan mendapat hadiah. Hadiahnya dapat berupa buku, kaos, tas, atau paket kopi. Untuk tulisan pertamaku yang dimuat di bukuindie.com, aku mendapat tiga buku dan kaos sebagai honorarium karena telah mengirim tulisanku kepada mereka.




Setelah mengetahui informasi terkait pengiriman tulisan yang diadakan Indie Book Corner, aku pun mencoba menulis dan mengirim tulisan saat itu juga. Aku merasa kesempatan yang ditawarkan Indie Book Corner sangat menarik. Apa lagi jika membahas seputar dunia perbukuan. Meski pun, belum memiliki banyak pengalaman terkait dunia perbukuan, tapi aku sangat menyukai segala hal menyangkut buku-buku. Apa lagi, hadiah yang ditawarkan berupa buku.
Awalnya, ketika ditanya ukuran baju oleh IBC, kupikir mereka hanya akan memberiku kaos. Tapi, setelah paket kiriman dari Jogja tiba Senin kemarin (03/04), ternyata tidak hanya kaos saja kudapatkan. Melainkan, tiga buku. Hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku, mendapatkan tiga buku secara gratis. Apa lagi, aku mendapatkannya karena hasil usahaku menghasilkan tulisan. Aku menulis dan mengirim tulisanku ke Indie Book Corner pada tanggal 2 Maret 2017. Dua minggu setelah mengirim email, aku pun mendapat pesan masuk melalui email dari Indie Book Corner yang memberitahu kabar tulisanku yang berjudul “Bagaimana Cara Membaca Banyak Buku?” dimuat di web mereka. Buat yang penasaran mau baca tulisanku bisa klik link ini
Bagi kalian yang tertarik dan berminat mengirim tulisan, kalian bisa kirim tulisan kalian ke editor@indiebookcorner.com dengan subject email : kolom IBC. Selamat mencoba dan berkarya!

Kejutan Tak Terduga

Aku tak menyangka, tulisanku bisa dimuat. Entah bagaimana penilaian tim dari Indie Book Corner yang memilih tulisanku itu. Sampai sekarang aku masih belum percaya. Meski yang kukirimkan baru berupa artikel, tapi rasanya sudah senang saja. Hal itu juga yang menjadi motivasiku untuk terus menulis, menulis, dan menulis sampai saat ini.
Sejak awal aku mengirim tulisan itu, aku hanya sekadar mencoba dan iseng-iseng mengirim saja. Tanpa terlalu berharap tulisan itu akan dimuat. Mengingat tulisan yang kubaca di instagram @indiebookcorner, mengatakan bahwa mereka menerima banyak pesan masuk dari para pengirim yang mengirimkan tulisan mereka. Karena mengetahui hal itu, aku tidak mau berharap lebih tulisanku akan dimuat. Yang kutahu saat itu, setidaknya aku telah berusaha dan mencobanya sebaik mungkin. Kalau pun pada akhirnya, tulisan itu dimuat. Ya, aku bersyukur. Dan bagiku, hal itu hanya menjadi langkah awal untuk aku untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan. 
Bagi kalian yang ingin mencoba mengirim tulisan juga, ayo, buat segera tulisan terbaik kalian dan kirimkan. Kalau belum berhasil dimuat, jangan menyerah, terus menulis dan mengirimnya, semoga suatu saat nanti tulisan kalian bisa dimuat. Hal ini tidak hanya dalam ranah menulis saja, tapi dalam semua hal, apa pun itu. Karena sebuah usaha tidak akan menghianati hasilnya. Dan jangan lihat dari apa yang didapatkan saat ini, tapi lihat dari usaha dan proses yang kita lewati selama mengerjakannya. Karena dari itu semua kita mampu berusaha untuk menghasilkan karya. Ya, meski pun saat ini, aku baru bisa menulis artikel. Tapi, semoga suatu saat dapat menghasilkan sebuah karya yang lain. Terutama dalam bentuk buku.
Terima kasih Indie Book Corner atas hadiah tiga buku dan kaos keren bergambar seorang lelaki yang tengah duduk di jok motor sambil membaca buku. Buku dan kaosnya keren. Ketiga buku yang kudapatkan adalah buku-buku yang diterbitkan oleh Indie Book Corner. Aku tak sabar untuk segera membacanya.
Tetap semangat dan terus menulis!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"