Aku bersama si orange menggemaskan

Seminggu yang lalu, aku mendapat paket buku pesananku dari Mojokstore.com tiba dengan selamat! Rasa senang dan bahagia melebur jadi satu. Buku ini sudah lama masuk daftar keinginanku sejak pertama kali Post Santa mengabarkan kehadiran buku perdananya di Instagram. Namun, saat itu aku tidak langsung membelinya karena aku baru saja membeli cukup banyak buku di bulan September. Maklum, saat itu di bulan September ada Indonesia International Book Fair di JCC. Aku kalap dan memborong banyak buku. Makanya, aku memutuskan untuk menunda membeli buku Aku, Meps, dan Beps ini.

Baru di tahun 2017, tepatnya di awal April aku memesan buku ini bersama dua buku lainnya, Sebelum Sendiri karya Aan Mansyur dan The Catcher In The Rye. Ketiganya merupakan buku yang sudah lama ingin aku baca. Tapi, yang terlebih dulu menarik perhatianku untuk dibaca adalah buku Aku, Meps, dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo ini.

Selain karena penasaran isinya, aku sangat menyukai sampul bukunya yang berwarna orange, menggambarkan keceriaan. Dan, setelah melahap habis isi buku ini. Aku rasa warna sekaligus gambar di sampulnya dapat menggambarkan isi ceritanya, yang penuh kepolosan khas anak-anak dan tentu saja menyenangkan.

Aku, Meps, dan Beps ditulis oleh pasangan ibu (Reda Gaudiamo) dan Anak (Soca Sobhita). Meski begitu, sudut pandang cerita di buku ini, hanya ada satu yaitu diceritakan dari pandangan anak kecil (Aku). Sosok Aku di buku ini adalah Soca kecil. Sementara Meps dan Beps adalah panggilan untuk Ibu dan Bapaknya. Sejak kecil, Soca sudah memanggil orangtuanya dengan sebutan itu.

Buku ini menceritakan tentang seorang anak bersama keluarga kecilnya. Tulisan di buku ini begitu jujur, polos, sederhana yang menggambarkan sosok anak kecil yang apa adanya. Tidak berlebihan. Namun, ceritanya tetap menyenangkan. Cerita-cerita di buku mengingatkanku dan membawaku pada kenangan masa kecilku dulu. Ada beberapa kesamaan di buku ini yang dulu sempat kurasakan saat usiaku masih kecil. Aku dulu sempat malas kalau pergi ke sekolah dan mengerjakan PR karena saat itu aku termasuk murid pindahan sama seperti sosok Soca Kecil yang juga siswa pindahan. Tidak hanya itu saja, tapi masih ada beberapa kesamaan lainnya, yang mungkin tidak hanya aku saja yang merasakannya, tapi juga pembaca di luar sana yang mungkin telah membaca buku ini.

Selain itu, ada bagian cerita yang paling kusuka dan menarik perhatianku di buku ini, yaitu tentang cerita hewan peliharaan yang dimiliki Soca kecil, mulai dari Kuku dan Ruyu, Nyamuka dan Nyamuki, Semuta dan Semuti, Doyan dan Baba, Pika dan Piki. Cerita-cerita tersebut menyenangkan dan asyik dibaca, serta mampu membawa kita ke dalam dunia anak-anak atau kenangan masa kecil kita dulu.

Secara keseluruhan aku menyukai buku ini, baik ceritanya, sampul bukunya, dan gambar-gambar di buku ini yang diwujudkan Cecillia Hidayat. Gambar-gambarya menggemaskan dan menyempurnakan tulisan di buku ini. Selain membawa keceriaan, buku ini dapat memberikan pemahaman kepada orangtua di luar sana agar dapat memikirkan kembali soal konsep pola mengasuh anak.

Karena lewat Meps dan Beps kita dapat belajar mendidik anak agar berani dan percaya diri. Selain itu, Meps dan Beps pun mampu merobohkan stereotip gender, misalnya tentang pencarian nafkah utama dalam keluarga. Di keluarga kecil mereka, Meps yang harus bekerja mencari nafkah, sementara Beps hanya bekerja di rumah sambil mengurusi Soca kecil.

Terima kasih Soca kecil dan Reda Gaudiamo, kau telah membawa kembali kenangan masa kecilku lewat buku ini. Buat kalian yang ingin membaca buku ini juga, kalian bisa pesan di Mojok Store, Dema Buku, atau datang langsung ke Post Santa, toko buku independen di Pasar Santa. Selamat berburu dan membaca!