Bagaimana Zenius Mengubah Cara Pandang Seseorang?



Halo Guys, perkenalkan nama saya Septi. Sejak kecil biasa dipanggil Enti.

Tulisan ini adalah tulisan pertama saya yang dipublikasikan melalui media blog. Biasanya saya hanya menulis di buku harian atau microsoft word, sehingga tulisan-tulisan itu jarang saya publikasikan dan sudah banyak yang menumpuk di laptop.

Saya biasa mempublikasikan tulisan-tulisan itu untuk kegiatan perlombaan menulis. Perlombaan yang biasa saya ikuti diantaranya adalah lomba menulis artikel, lomba menulis cerpen, lomba menulis esai dan lomba menulis karya ilmiah. Dari perlombaan-perlombaan tersebut saya sering kali kalah, namun pernah juga memenangkan perlombaan menulis.

Perlombaan menulis yang pernah saya raih yaitu lomba menulis karya ilmiah bidang IPS tingkat Jakarta Selatan. Dalam menulis karya ilmiah saya mengambil tema tentang kewirausahaan. Walaupun saya dan ke dua teman saya Diah Ayu Dinar (Kanan) dan Duwi Suka (Kiri) hanya bisa meraih juara harapan tapi kami cukup bangga atas kemenangan ini. Dalam perlombaan yang diadakan Kelompok Ilmiah Remaja Jakarta Selatan ini, kami harus melawan peserta lain yang hampir semuanya berasal dari SMA dan mereka biasa mendapatkan pelajaran tentang ilmu pengetahuan alam atau ilmu pengetahuan sosial di SMA, sementara sekolah kami satu-satunya SMK yang mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah ini. Namun, alasan tersebut tak mampu menghentikan kami untuk membuat sebuah karya dari mana pun asal kami. Selama mau berusaha maka tak ada yang tak mungkin.



Selain itu, saya juga pernah memenangkan perlombaan menulis artikel bertemakan pajak di Universitas Veteran Jakarta. Allhamdulilah dalam perlombaan tersebut saya dapat meraih juara pertama. Sungguh tak disangka, saya bisa mengalahkan dua peserta yang masih menyandang status mahasiswi itu.
Itu adalah sedikit kemenangan yang pernah saya raih dalam perlombaan menulis, sebelum pernah memenangkan perlombaan, saya sudah sering kali mendapati kekalahan. Kemenangan maupun kekalahan yang saya dapatkan tidak menjadikan saya untuk berhenti menulis. Ketika dalam perlombaan kita belum mampu memenangkan perlombaan itu bukan berarti karya yang kita miliki buruk, namun hal itu pertanda bahwa kita harus terus belajar dan belajar hingga layak menjadi seorang pemenang. Sampai sekarang pun saya masih belajar untuk terus menulis dengan baik karena saya merasa belum puas atas prestasi yang saya dapatkan. Puas disini bukan berati saya tidak bersyukur atas kemengangan yang saya raih, tapi kalau kita merasa sudah cukup atau puas biasanya kita jadi malas untuk belajar dan memperbaiki kesalahan yang ada. Selain itu, belajar hal yang kita sukai itu merupakan hiburan atau kenikmatan tersendiri. Saya masih ingat betul pesan Sabda dalam CD Zenius Xpedia yang intinya.

"Ketika Belajar bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi hiburan maka kita bakalan bisa menikmati proses belajar itu sendiri"




Satu hari sebelum saya mulai menulis di blog ini, saya membaca sebuah pengumuman lomba menulis artikel yang diadakan Zenius, lomba tersebut intinya bertemakan bagaimana Zenius dapat membawa perubahan? dan tulisan tersebut harus dimuat di blog. 
Awalnya saya merasa belum memiliki banyak keberanian untuk menuliskan karya tulis saya diblog karena kurangnya rasa percaya diri saya terhadap tulisan saya sendiri. Namun karena tertantang dan ingin mencoba mempraktikan tips yang sudah diberikan tutor zenius dalam tulisannya di blog Zenius yang berjudul Bagaimana cara membuat artikel blog yang menarik? 

Selain ingin menerima tantangan tersebut saya juga ingin mencoba menuangkan ide, pendapat, perasaan yang saya rasakan, serta saya ingin ini menjadi langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman dan mulai menuangkan apa yang ada dipikiran saya. 

Untuk artikel pertama saya di blog ini, saya mau mencoba menuliskan tentang Zenius, bagaimana Zenius memberikan perubahan kedalam kehidupan saya, cara pandang atau pemikiran saya tentang segala hal, salah satunya adalah pelajaran di sekolah. Itulah sedikit cerita untuk pembukaan dalam tulisan pertama saya di blog ini, sebelum kita masuk ke pembahasan utamanya.

Pertama, saya mau sedikit cerita tentang awal perkenalan  saya dengan Zenius sampai sekarang ini bisa menjadi teman untuk saya.
  
1. Berkenalan dengan Zenius 

Seperti kata pepatah yang mengatakan "Tak Kenal maka Tak Sayang" itu benar. Pertama kali saya berekanal dengan zenius sampai sekarang bisa menjadi seperti teman karena berawal dari ketidak sengajaan dan rasa ingin tahu saya yang tinggi tentang Zenius. Salah satu following saya ada yang meretweet tweetnya @ZeniusEducation dan tweetnya itu sangat menarik hati saya untuk segera mencari tahu tentang siapa yang menulis tweet tersebut. Sampai sekarang kalau ditanya isi tweetnya apa, saya sendiri sudah lupa. Maklum, karena sudah cukup lama banget. Tapi, kalu saya ingat-ingat kembali tweet itu membahas tentang pelajaran dan memberikan tips yang mampu merubah cara pandang saya.

Karena tweetnya yang menarik itu  saya coba buat ngstalk isi tweet-tweetnya yang lain dan setelah saya stalk, akhirnya saya semakin dibuat penasaran. Sebenarnya Zenius itu apa sih? karena rasa penasaran saya yang mendalam, saya memutuskan untuk menjelajah di google tentang Zenius sampai akhirnya ketemu blog Zenius Education . Selama seharian itu, saya mencari tahu sosok Zenius seperti apa? mulai dari baca FAQ-nya, baca artikel-artikelnya yang judulnya sangat menarik, selain membaca saya juga mencoba menonton vidoe-videonya yang sangat lengkap. Tapi sayang, saya tidak bisa membuka semua video tersebut karena saat itu saya belum menjadi premium member.

Berangkat dari semua itu, saya menjadi semakin tertarik tentang Zenius dan produknya, saya juga ingin mencari tahu bagaimana bisa mengakses semua video yang ada diblog dan menjadi premium member. Ditambah denngan membaca semua kesan-kesan dari para alumni dan murid yang sudah memakai produk Zenius, saya menjadi penasaran untuk memakai produk Zenius. Saat itu, saya merasa Zenius adalah kunci dari masalah belajar saya selama ini.

2. Memakai Produk Zenius

Setelah berkanalan dan mencari tahu semua hal tentang Zenius, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba dan membuktikan kebenaran yang ada atas semua kesan yang diberikan para alumni dan murid Zenius tentang Zenius. Awalnya, saya sempat merasa ragu karena jujur saja buat beli produk Zenius itu tidaklah murah untuk saya yang masih sekolah dan minta uang jajan dari orang tua. Selain itu, saya juga harus bisa membuktikan kepada orang tua untuk mau membelikan produk Zenius. 

Berbagai cara saya lakukan untuk membuktikan kepada orang tua, kalau produk Zenius ini mampu membuat saya bisa belajar dengan benar sesuai konsep, tidak perlu menghafal atau cepat lupa. Menurut saya, metode belajar dengan menggunakan konsep ini sangat menarik karena tidak memerlukan otak untuk mampu menghafal materi yang sangat banyak, sebagaimana biasa saya lakukan kalau mempelajari sesuatu. Jujur aja, saya paling malas dengan metode belajar menghafal karena kalau kebanyakan menghafal tanpa pemahaman yang kuat maka pelajaran akan mudah lupa begitu saja, padahal sudah susah payah untuk menghafal. Sebelum tahu metode belajar dengan konsep, saya masih suka belajar dengan cara menghafal dan hasilnya kurang memuaskan dibandingkan belajar dengan konsep.



Berbagai usaha dan rayuan saya lemparkan kepada orang tua untuk bisa mengambil hatinya, akhirnya saya diberi izin untuk membeli produk Zenius. Produk Zenius yang saya punya dan sampai sekarang menemani saya yaitu Zenius Xpedia untuk Alumni jurusan IPS. Saya pilih Zenius Xpedia karena saya bisa mengakses Zenius tanpa harus internetan setiap harinya. 









Selain itu, saya juga pilih beli produk Zenius khusus untuk Alumni IPS karena ketika nanti tahun 2015 saya ingin mengambil test SNMPTN atau SBMPTN untuk prodi IPS karena kalau harus ambil IPA jujur saja saya tidak sanggup dan keadaan saya saat ini tidak memungkinkan. Walaupun sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin untuk mengejar pelajaran IPA. Sayangnya, saya lebih tertarik untuk mempelajari ilmu sosial secara mendalam. Di SMK pelajaran IPS yang saya dapatkan sangatlah sedikit dan tidak mendalam karena tujuan SMK pada dasarnya menghasilkan tamatan yang siap untuk bekerja atau membuka usaha. Kalau ingin melanjutkan kuliah sangat jarang sekali. Tapi, keinginan saya saat ini untuk dapat belajar lagi ke jenjang yang lebih tinggi khususnya mendalami sastra sangat tinggi, meskipun saat ini saya bersekolah di jurusan Akuntansi.

Keinginan saya semakin tinggi di tambah setelah saya membaca artikel Zenius yang berjudul WARNING: Jangan sampai lo salah pilih jurusan! saya semakin takut untuk mengulangi kesalahan saya yang telah salah memilih jurusan akuntansi. Jujur saja, pelajaran akuntansi tidaklah buruk seperti pemikiran saya dulu sebelum mengenal Zenius, namun dalam belajar akuntansi minat saya masih kurang. Namun, makin ke sini saya mencoba ikhlas dan mencoba menjalani dan menikmati proses belajarnya.

Setelah mendapat izin untuk membeli Zenius Xpedia saya pun mencoba mempelajari, CD yang pertama saya putar pertama kali yaitu Zenius learning & Xpedia Guide. Dalam CD tersebut saya diberikan berbagai arahan untuk menggunakan produk Zenius, diberikan motivasi untuk bisa semangat mempelajari setiap pelajaran, memberikan tips dan saran-saran yang membuat saya hanya bisa menatap kagum ke depan laptop saat itu. 

Saya merasa menyesal saat itu, menyesal bukan karena telah salah membeli Zenius melainkan menyesal kenapa tidak dari dulu saya kenal dengan Zenius. Tetapi, saya tetap bersyukur masih bisa bertemu Zenius dan belum terlambat untuk belajar bersama Zenius.

3. Zenius mengubah cara pandang

Setelah berkenalan dan memakai produk Zenius sedikit demi sedikit cara pandang atau pemikiran saya mulai terarahkan. Banyak yang sudah Zenius berikan kepada saya sehingga pemikiran saya lebih tercerahkan. Saya akan coba beri sedikit cerita tentang bagaimana Zenius bisa membuat cara pandang saya berubah dan cara pandang apa saja yang telah berhasil dia rubah.

1. Belajar dengan Konsep




Belajar dengan konsep adalah metode belajar yang zenius berikan karena kalau belajar hanya dengan cara menghafal tidak akan pernah kita bisa menikmati proses belajar itu sendiri, apa lagi kalau pelajaran yang ingin dihafal itu sangat banyak materinya. Apa yang akan terjadi jika kita masih menggunakan metode belajar dengan cara menghafal? Tidak semua orang memiliki memori yang banyak dalam menyimpan semua hal, contohnya adalah saya sendiri. Jujur saja, kemampuan menghafal saya sangatlah payah, apa lagi menghafal nama-nama atau tanggal-tanggal dalam sejarah yang jumlahnya sangat banyak. Dengan adanya metode belajar menggunakan konsep dan pemahaman saya merasa senang sekali karena tidak perlu susah payah menghafal. Dengan belajar menggunakan konsep proses belajar lebih mudah dipahami, belajar jadi lebih teras nikmat bukan sebagai beban lagi. Sampai sekarang, saya berusaha belajar dengan konsep dan mencoba menguasai konsep itu dengan maksimal.

2. Membentuk Self Concept



Zenius juga mengajarkan tentang membentuk konsep tentang diri sendiri, terutama tentang belajar, kebiasaan dan keperibadian diri sendiri. Mungkin, masih ada yang bingung tentang Self Concept itu sendiri apa? dan kenapa penting membentuk sebuah self concept yang baik. Saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang self concept menurut pendapat sendiri, self concept adalah bagaimana  kita memandang tentang  sesuatu hal seperti diri kita sendiri, keperibadian dan cara belajar. 

Diri kita ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan, misalnya kamu selalu berpikir tentang diri kamu sendiri bahwa kamu adalah orang yang malas, jika hal tersebut terus kita pikirkan maka lama-lama kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan itu. Selama ini saya suka memikirkan hal buruk tentang pelajaran yang tidak saya suka, seperti misalanya akuntansi itu susah dan saya tidak suka. Hal tersebutlah yang selama ini membuat saya menjadi tidak menyukai akuntansi dan beranggapan bahwa akuntansi itu susah. Tapi setelah mengetahui tentang konsep diri ini, saya mencoba untuk merubahnya menjadi akuntansi itu mudah dan saya suka. Setelah itu, saya merasa akuntansi tidak seperti yang saya pikirkan. Meskipun kecintaan saya pada akuntansi tidak sebesar kecintaan saya dengan dunia sastra. Tidak hanya dalam pelajaran, ilmu tentang konsep diri yang saya dapatkan dari Zenius terutama bang Sabda yang telah mencerahkan pikiran saya. Sehingga setiap yang saya pikirkan sebisa mungkin adalah hal-hal yang baik. 

3. Time Management




Zenius juga mengubah cara pandang saya tentang cara mengatur waktu. Bagaimana kita menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, menentukan skala prioritas. Mana yang penting, mana yang harus di utamakan, mana yang tidak usah di utamakan atau tidak penting untuk dikerjakan? sebenarnya banyak buku atau tulisan yang mempelajari tentang time management, tetapi saya merasa lebih paham tentang pembagaian skala prioritas itu melalui CD Zenius Xpedia dan artikel Zenius yang berjudul Gimana sih cara manfaatin waktu dengan optimal?. Zenius memang memberikan konsep yang ampuh sehingga membuat saya paham dan mulai menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga waktu yang saya miliki tidak terbuang begitu saja karena mengerjakan hal-hal yang tidak penting. 

4. Menciptakan tujuan dan motivasi



Tujuan dan motivasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan, tanpa tujuan kita tidak akan tahu kemana kehidupan ini akan berjalan karena tidak ada yang ingin dicapai. Sedangkan tujuan tanpa motivasi juga tidak dapat mengantarkan kita pada tujuan tersebut. Motivasi adalah sebuah dorongan atau sumber energi. Seperti mobil tanpa bensin, tidak akan mampu berjalan tanpa adanya bensin, meskipun tanpa besin mobil bisa berjalan dengan cara mendorongnya, tapi apakah tujuan itu akan cepat sampai? hal tersebut memang bisa dilakukan,namun sayangnya kurang efektif dan efisien. Yang tadinya untuk mencapai tujuan di ujung jalan hanya perlu satu jam, namun karena dengan mendorongnya kita harus membuang tenaga, biaya dan waktu untuk dapat samapi pada tujuan. 

Tapi, apakah tujuan dan motivasi dapat diciptakan? tentunya itu semua bisa dicipatakan. Sebenarnya kita tidak memerlukan motivasi orang lain untuk bisa maju, terkadang motivasi yang didapat dari orang lain efeknya hanya sementara, setelah mendapat motivasi kita merasa bersemangat, tapi setelah beberapa hari rasa semangat itu kembali pudar. Padahal jika ingin memiliki motivasi yang tahan lama, kita hanya perlu mencipatakan motivasi itu sendiri. karena motivasi yang efeknya lama adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri bukan karena dari luar diri kita. Saya juga mendapatkan pencerahan tentang hal ini lewat CD dan artikel Zenius yang dia tulis dan judulnya adalah apa sih yang bikin kita termotivasi?  .

Setelah tahu bahwa motivasi itu bisa kita ciptakan sendiri, saya jadi terbiasa menciptakan motivasi untuk diri sendiri atau memberikan motivasi kepada orang lain untuk ikut mencipatakan motivasi mereka sendiri sehingga kita tidak perlu motivasi orang lain,  ya walaupun meminta motivasi dari orang lain untuk lebih meningkatkan semangat kita tidak ada salahnya. Dengan begitu motivasi untuk mencapai tujuan itu bisa semakin kuat karena ada motivasi dari dalam dan luar diri kita. Mulai sekarang, kalian juga bisa menciptakan motivasi itu sendiri.

 Okay, itu kurang lebih pembahasan tentang Zenius yang sudah mengubah berbagai hal dalam kehidupan saya, sebenarnya masih banyak lagi. Tapi, yang paling berpengaruh adalah hal-hal tersebut. Mungkin di luar sana, tidak hanya saya saja yang merasakan perubahan-perubahan tersebut, para alumni atau muridnya tentu dapat merasakan hal yang sama. Bagi kalian yang belum merasakan dasyatnya Zenius lebih baik kalian coba sekarang. Dari pada menyesal dikemudian hari dan buang-buang waktu karena belajar dengan cara yang salah atau memiliki pandangan yang tidak baik. 

Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih untuk semua tutor Zenius.  Saya berharap bisa bertemu suatu hari nanti dengan orang-orang yang pemikirannya ini sangat luar biasa. Selama ini saya hanya bisa melihat foto dan mendengar suaranya saja. Saya merasa senang karena untuk tantangan yang diberikan Zenius ini bisa saya buktikan. selain itu, saya sangat berharap tulisan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca diluar sana dan saya siap dan sangat senang jika ada yang ingin memberi kritik atau saran untuk tulisan ini. Semoga untuk ke depannya saya bisa terus menulis, menulis dan menulis. Mungkin dengan menulis maka dapat memperpanjang keberadaan kita dan menjadi ladang amal jika isi sebuah tulisan itu bisa bermanfaat, seperti kata Helvy Tiana Rosa 
 “Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak.” 



 

Komentar

  1. Balasan
    1. Makasih En :) masih proses belajar menulis untuk bisa lebih baik lagi. Ayo dong, Eni juga menulis, menulis tentang akuntansi enn

      Hapus
  2. blognya keren juga sep hehe,
    langkah awal buat jadi penulis terkenal..
    amiin ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah berkunjung ke blog aku Di :)
      Aminnn hehe
      kamu juga nulis lagi dong di blog hehehe

      Hapus
  3. Tulisannya keren nih. Lagi cari info ttg zenius jga.
    Mau nanya, kalau xpedia alumni itu kan buat IPC ya? Kok itu bisa yg IPS aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Airani. Maaf baru jawab sekarang. Karena sudah lama tidak menulis blog lagi. Jadi baru baca sekarang. Xpedia alumni itu ada yang buat IPA dan IPS. Waktu itu, saya beli khusus untuk yang IPS saja. Belinya di Gramedia. Saat itu, saya sempat mencari-cari ke gramedia yang terdekat tapi, tidak ada. Namun, saya berhasil menemukan Xpedia khusus yang mempelajari ilmu sosial. Itu pun tersisa satu di Gramedia Cinere.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Si Bungsu “Amelia” karya Tere Liye

Tentang Kamu, Novel Biografi Sri Ningsih karya Tere Liye

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"