Postingan

Ini Alasan Saya Memilih Gaya Hidup Minimalis

Gambar
Semakin banyak barang, semakin banyak kebahagiaan yang bisa kita rasakan. Tapi, apakah benar seperti itu?
Selama ini mungkin kita selalu beranggapan bahwa dengan memiliki banyak barang bisa bikin hidup kita jadi lebih bahagia. Padahal enggak juga, setidaknya itu yang saya rasakan setelah mengenal konsep hidup minimalis.  Sebelumnya, apa itu konsep hidup minimalis? Saya mengenal konsep hidup minimalis sendiri bermula dari buku berjudul Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay dan buku Goodbye, Things karya Fumio Sasaki yang saya baca di tahun 2018 lalu. Dua buku itu mengubah banyak hal dalam hidup saya, termasuk cara pandang saya dalam menilai barang. 
Jadi, konsep hidup miniamlis ini sendiri menawarkan kita untuk memiliki sedikit barang dan hanya menyimpan barang-barang yang dianggap berharga dan penting sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup kita.
Dari situ lah, akhirnya saya tertarik untuk menerapkan konsep hidup minimalis ini. Selain itu juga, saya melihat banyaknya manfaat yang bi…

Kerja Jadi Content Writer di Startup

Gambar
Nggak terasa sudah hampir tiga bulan saya bekerja menjadi content writer di sebuah startup di Jakarta, namanya Storial. Storial ini merupakan social storytelling platform asal Indonesia, yang dibangun oleh Mas Steve Wirawan sebagai CEO Storial dan dua co-founder lainnya yaitu, Mbak Llia sebagai CMO dan Mas Ega sebagai CCO. 
Sedikit cerita tentang Storial Storial sendiri merupakan wadah bertemunya penulis dan pembaca. Siapapun di sini bisa jadi penulis, menulis dan mendapatkan royalti dari cerita yang dibuat di setiap babnya. Selain itu, di sisi pembaca juga mereka bisa membaca berbagai cerita sesuai yang mereka inginkan, baik membaca secara gartis atau berbayar dengan menggunakan Storial coin yang ditiap babnya dihargai 10 coin, mulai dari bab keenam sampai akhir. 
Kalau kamu mau tahu lebih lengkap soal Storial kamu bisa kunjungi Storial.co atau blognya di blog.Storial.co. Di blog itu juga ranah saya bekerja sebagai content writer untuk menulis seputar dunia menulis dan membaca, sert…

7 Hal yang Bisa Kamu Renungkan dari Buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"

Gambar
Apa yang terjadi, jika kita tak pernah jatuh cinta?

Akankah kita bahagia hanya karena kita masih memilih sendiri?

Padahal banyak orang di sekitar kita sudah berpasangan. Apalagi melihat foto-foto di media sosial atau pergi ke suatu tempat, kita bisa melihat mereka tampak bahagia bersama pasangannya. Sementara kita masih berteman dengan kesendirian.

Tapi, apakah salah jika kita masih memilih sendiri?

Lagi pula, apakah cinta hanya sebatas memiliki pasangan. Lalu, menghabiskan malam minggu bersama, ke mana-mana selalu berdua, dan hari-hari kita selalu dipenuhi cerita bersama orang yang dicinta?

Apa itu yang namanya cinta?

Membaca buku terbaru karya Alvi Syahrin membuatku banyak merenung dan memikirkan kembali tentang makna cinta. Selama ini, mungkin kita sering mengira bahwa cinta hanyalah tentang kebahagiaan kita bersama orang yang juga mencintai kita atau tentang orang yang kita cintai saja. Padahal cinta tidak sebatas pada itu semua.

Sebelum masuk ke pembahasan di buku ini, aku mau u…

Menjadi Minimalis: Peran Barang Terhadap Kualitas Diri

Pada dasarnya manusia adalah makhluk minimalis. Saat kita terlahir ke dunia. Kita tidak membawa apa-apa. Tapi, mengapa saat kita tumbuh dan beranjak dewasa, kita malah semakin sering membeli dan mengumpulkan begitu banyak barang, yang bahkan sebetulnya bukan barang yang kita butuhkan?
Karena manusia itu sebenarnya ingin memperlihatkan seberapa berharga diri mereka kepada orang lain, melalui benda. Kita ingin menyampaikan kepada orang lain bahwa kita itu punya nilai. Hal itu, tentu merupakan sesuatu yang wajar sebenarnya. Tapi, permasalahannya yaitu, terletak pada cara kita memperlihatkan nilai itu.
Setiap orang tentu memiliki kualitas diri yang berbeda-beda. Sebagian langsung terlihat dari penampilan fisiknya. Ada yang cantik, tampan, punya bentuk tubuh yang bagus, dan lainnya yang bisa dinilai oleh orang lain karena semua orang bisa mengerti "pesan" yang disampaikan dari penampilan fisik hanya dengan sekali melihatnya. Tapi, seberapa pun kerasanya usaha kita untuk mengubah…

Belajar Mandiri Secara Finansial

Gambar
Akhir-akhir ini aku sering kepikiran untuk belajar mengatur keuangan. Meski semuanya, harus mulai kulakukan secara perlahan dan bertahap. Dimulai dari menahan diri untuk tidak boros, dengan tidak membelanjakan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu banget atau mendesak.

Kenapa aku baru kepikiran untuk belajar mengatur keuangan sekarang?
Pertama, saat ini usiaku sudah 21 tahun. Di saat teman-teman seusiaku sudah memiliki pekerjaan, bisa bebas secara finansial, bisa mengurangi beban orangtua mereka.

Sementara aku?

Aku masih kuliah dan berstatus mahasiswa. Belum punya pengasilan sendiri.

Walau di bulan Oktober akhir, secara tiba-tiba aku mendapatkan tawaran pekerjaan lewat DM Instagram. Tapi statusku ini masih pekerja paruh waktu alias part time. Aku part time di sebuah startup yang baru tiga tahun ini berdiri. Namanya Storial.

Ada diantara kalian yang mungkin pernah mendengar soal Storial?

Storial itu sebuah platform yang menyediakan bacaan secara gartis atau berbayar khusus ce…

Hidup Tanpa Target, Apa Nggak Masalah?

Gambar
Hidup itu penuh dengan kejutan. Belakangan aku merasakan hal itu. Banyak hal tak terduga datang dalam kehidupanku yang biasa-biasa ini.
Kadang-kadang aku berpikir, "Kenapa ya, aku bisa ada di sini? Padahal aku nggak pernah membayangkan sedikit pun akan ada di sini sebelumnya."
Berkaca pada diri sendiri, jika melihat sosok Septi yang dulu, bisa dikatakan Septi yang dulu termasuk orang yang ambisius, terutama dalam mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Sebenarnya, sekarang pun masih tetap ambisius, tapi kadarnya lebih rendah saja. Tidak seambisius dulu lagi. Aku ingat, saat masih duduk di bangku SMK, aku sering membuat target "hal-hal apa saja yang harus aku dapat". Contohnya dalam nilai ujian. Aku pernah memasang target nilai bahasa Indonesia-ku harus 100 saat Ujian Nasional. 
Aku pasang target itu di dinding kamarku. Setiap bangun atau sebelum tidur, aku bisa selalu melihatnya, dan aku selalu mengingat target itu di kepalaku. Jadi, kalau aku malas belajar, aku ak…

Perihal Kehilangan

Hal yang aku takuti selain berada dalam kegelapan seorang diri adalah kehilangan. Meski, aku memang orang yang mudah menghilangkan sesuatu, mulai dari KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) milik aku pribadi yang sudah dua kali hilang, kartu Transjakarta, KTM milik temanku Lilis, dan semalam aku baru saja menghilangkan kunci rumah yang biasa aku bawa karena sering pulang malam. 
Aku memang suka menghilangkan barang, entah karena lupa menyimpannya atau karena kecerobohanku sendiri. Tapi, bukan berarti aku nggak sayang dan nggak peduli akan barang itu. 
Aku takut kehilangan dan merasa kehilangan. 
Dalam hal ini kehilangan orang-orang yang aku sayangi seperti orangtua dan teman baik. Aku takut dan nggak kuat jika harus membayangkan mereka pergi dariku. Satu persatu mereka menghilang dalam hidupku. Dan pada suatu saat, aku menemukan mereka sudah tidak ada lagi. Menghilang.
Aku takut dan nggak bisa membayangkan jika suatu saat itu terjadi padaku. Meski, tak bisa kupungkiri hal itu tentu akan terjadi…